Catat, Kiat Pilih Bus Pariwisata dari Dirjen Perhubungan Darat

Kompas.com - 16/03/2021, 09:22 WIB
Bus pariwisata yang ditumpangi peziarah asal Subang terbalik dan ringsek di jurang Tanjakan Cae, Wado, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021). Hingga sore ini, bus belum dievakuasi. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHBus pariwisata yang ditumpangi peziarah asal Subang terbalik dan ringsek di jurang Tanjakan Cae, Wado, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021). Hingga sore ini, bus belum dievakuasi. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini terjadi kecelakaan bus pariwisata yang terperosok ke jurang di Kabupaten Sumedang, Rabu (10/3/2021). Salah satu penemuan yang mengejutkan dari kecelakaan ini yaitu bus tidak ada izin usaha pariwisata.

Tentu saja dengan temuan ini, keamanan dari bus pariwisata untuk membawa penumpang masih belum terjamin dari Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat (Hubdat). Oleh karena itu, bus yang tidak terdaftar tidak aman untuk disewa.

Berikut ini beberapa kiat atau tips yang diberikan langsung oleh Dirjen Hubdat Budi Setiyadi ketika hendak memilih bus pariwisata demi menjamin aspek keselamatan.

Baca juga: Temuan Baru KNKT Soal Kecelakaan Bus di Sumedang, Rem Overheat

Sebuah bus pariwisata dari arah Bandung menuju Pangandaran terjun ke jurang tanjakan Gentong Atas akibat tergelincir jalan licin, Selasa (15/12/2020).KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Sebuah bus pariwisata dari arah Bandung menuju Pangandaran terjun ke jurang tanjakan Gentong Atas akibat tergelincir jalan licin, Selasa (15/12/2020).

“Pertama, pihak operator, semua operator bus pariwisata yang belum berizin, segera mengurus izin. Caranya juga mudah, sudah ada aplikasinya, jadi jangan lewat calo yang berdalih mau membantu,” ucap Budi dalam acara Opening Ceremony Perpalz TV Goes To Sumatera, Minggu (14/3/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua, masyarakat sebagai pengguna harus bisa memilih. Jangan menawar unit bus secara berlebihan, nanti malah diberi kendaraan yang tidak bagus dan pengemudi yang belum berpengalaman oleh operatornya.

Baca juga: Mobil Mewah Kaisar Jepang Toyota Century, Dibuat Khusus dengan Tangan

“Jadi lihatnya jangan kepada biaya, karena ini menyangkut masalah keselamatan. Masyarakat harus tanya kepada pihak perusahaan, apakah mobilnya bagus, pengemudinya siapa, jalurnya lewat mana,” kata Budi.

Budi mengatakan, kecelakaan bus yang terjadi baru ini di Kabupaten Sumedang disebabkan bus melewati jalur alternatif. Jalur tersebut memang semestinya tidak boleh dilewati oleh bus besar.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.