MAB Sambut Wacana Regulasi Konversi Mobil dan Bus Listrik

Kompas.com - 10/02/2021, 16:31 WIB
Mobil Anak Bangsa (MAB) Mobil Anak Bangsa (MAB)

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menerbitkan aturan konversi mobil dan bus listrik, mendapat sambutan dari PT Mobil Anak Bangsa (MAB) yang juga merupakan pemain bus listrik di Tanah Air.

Direktur MAB Kelik Irwantono mengatakan, dengan adanya konversi justru akan makin memudahkan industri lokal untuk menumbuhkan ekosistem kendaraan listrik, terutama pada sektor transportasi umum.

"Tentu sangat baik bila konversi ini dijadikan resmi dengan adanya aturan pemerintah. Dari segi industrinya sendiri akan sangat mendukung, terutama kami yang bermain di sektor transportasi umum," kata Kelik saat dihubungi Kompas.com, Selasa (9/2/2021).

Baca juga: Regulasi Konversi Mobil Listrik Terbit Tahun Ini

Menurut Kelik, adanya regulasi konversi mengubah bus bermesin konvensional menjadi tenaga listrik dengan berbasis baterai, tentunya akan menguntungkan secara ongkos produksi.

Prototipe bus listrik MAB di PT Karoseri Anak Bangsa, Demak, Jawa Tengah Prototipe bus listrik MAB di PT Karoseri Anak Bangsa, Demak, Jawa Tengah

Pasalnya, dengan kebijakan konversi, perusahaan tak perlu repot melakukan rancang bangun dari awal, terutama terkait sasis. Tinggal memanfaatkan dari bus lawas yang sudah tak beroperasi lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Efeknya, selain memangkas biaya juga membuat proses produksi menjadi lebih cepat. Apalagi bila nantinya pasar kendaraan listrik sudah mulai tumbuh di Tanah Air.

"Secara waktu produksi bisa cepat dan bisa menekan biaya, kita bisa manfaatkan bus lawas yang memang sudah tak dipakai lagi. Tinggal rapihkan kondisinya, lalu dikonversikan dengan teknologi elektrifikasi yang kami punya," ucap Kelik.

Baca juga: PLN Klaim Infrastruktur Kendaraan Listrik di Bali Sudah Siap

"Paling tidak adanya konversi ini juga menjadi titik terang dari sisi industri, jadi selain mempercepat pertumbuhan ekosistemnya, juga bisa menjadi sebuah bisnis baru nanti," kata dia.

Pabrik bus listrik MAB di Demak, Jawa Tengah. Pabrik bus listrik MAB di Demak, Jawa Tengah.

Kemenhub sendiri rencananya akan mengeluarkan konversi mobil dan bus konvensional menjadi listrik pada tahun ini. Hingga sekarang, proses penyusunan aturan dan studinya masih berlanjut.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.