Buat "Newbie", Begini Trik Terabas Genangan Air Pakai Mobil Matik

Kompas.com - 10/02/2021, 14:41 WIB
Caption : Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafi'ie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari. KOMPAS/AGUS SUSANTO AGUS SUSANTO Caption : Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafi'ie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari. KOMPAS/AGUS SUSANTO

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingginya intensitas hujan yang terjadi belakangan ini, membuat sejumlah jalan terendam banjir. Situasi ini wajib jadi perhatian bagi pengendara mobil yang harus tetap beraktivitas di tengah kondisi cuaca tak bersahabat.

Apalagi bagi pengemudi pemula alias "newbie" yang menggunakan mobil transmisi matik, ada trik-trik khusus yang harus dipersipkan sebelum menerabas banjir, agar aman melintas dan menghindari kendala.

Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengatakan, secara garis besar ada 5 hal yang harus diperhatikan pengguna mobil matik sebelum melewati genangan air atau banjir, yakni :

Baca juga: Banjir di Semarang, Ingat Toleransi Mobil Terjang Genangan Air

1. Pastikan saluran masuk udara tidak terendam air, karena bila saluran masuk udara (air inlet) sampai terendam, maka dapat membuat terjadinya water hammer, kondisi dimana air dapat masuk pada ruang pembakaran. Hal ini bisa menyebabkan mesin mobil menjadi rusak.

Pastikan ketinggian genangan air tersebut tidak lebih dari setengah roda. Karena itu, jangan memaksakan diri melewati jalan yang genangan airnya cukup tinggi.

Toyota Corolla Cross melewati simulasi banjirTAM Toyota Corolla Cross melewati simulasi banjir

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Gunakan gir paling rendah (1 atau L), hal ini penting untuk dipraktikan agar menjaga mobil tetap stabil dan putaran mesin akan lebih bertahan. Selain itu, gas buang yang ada bisa dikeluarkan dari bagian knalpot, guna mencegah air masuk ke bagian ruang mesin melalui jalur pembuangan.

3. Melaju secara perlahan dan konstan dapat membantu mengantisipasi terjadinya hal-hal yang berpotensi membahayakan, seperti adanya lubang besar di jalan.

Baca juga: Pengemudi Newbie Wajib Tahu Teknik Push and Pull dan Hand Over

4. Matikan mesin saat mogok, ketika genangan air begitu tinggi hingga melewati setengah roda mobil dan membuat mesin mati atau mogok, haram hukumnya untuk mencoba menghidupkan mesin kembali. Hal tersebut dapat membuat kerusakan parah pada bagian mesin mobil, sehingga sangat disarankan untuk menghubungi bengkel resmi terdekat.

Genangan air di Jalan Tanjung Duren Raya pada Selasa (17/12/2019) petangKOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR Genangan air di Jalan Tanjung Duren Raya pada Selasa (17/12/2019) petang

5. Keringkan Rem, kegiatan ini juga kerap dilupakan pengguna mobil, padahal caranya cukup mudah, yakni hanya berkendara dengan kecepatan lambat sekitar 5 kpj. Setelah itu, coba melakukan pengereman berkali-kali secara perlahan.

"Tujuannya untuk memastikan bahwa mobil memang masih dalam kondisi yang baik dan kampas rem kering. Jika dirasa ada yang tidak beres dengan kendaraan maka dapat melakukan pengecekan mobil di bengkel resmi," ujar Bambang dalam keterangan resminya, Rabu (10/2/2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X