Jalan Pelan? Jangan Berkendara di Lajur Kanan

Kompas.com - 07/02/2021, 10:41 WIB
Ilustrasi jalan tol: Jasa Marga Tol Palimanan - Kanci, Cirebon, Jawa Barat, memasang informasi ketentuan penyesuaian tarif, di pintu gerbang Plumbon, Kecamatan Plumbon, Minggu (1/11/2015). Penyesuaian tarif sesuai keputusan KemenPUPR nomor 507,KPTS,M,2015, membuat tarif semula Rp.10.000 menjadi Rp.11.000 untuk sepanjang 28 Kilometer. Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONIlustrasi jalan tol: Jasa Marga Tol Palimanan - Kanci, Cirebon, Jawa Barat, memasang informasi ketentuan penyesuaian tarif, di pintu gerbang Plumbon, Kecamatan Plumbon, Minggu (1/11/2015). Penyesuaian tarif sesuai keputusan KemenPUPR nomor 507,KPTS,M,2015, membuat tarif semula Rp.10.000 menjadi Rp.11.000 untuk sepanjang 28 Kilometer.

JAKARTA, KOMPAS.com - Masih banyak etika berkendara di jalan yang masih diabaikan pengemudi kendaraan. Salah satunya yaitu ketidaktahuan pengemudi, di jalur mana seharusnya memposisikan mobil atau sepeda motor yang mereka kendarai.

Seperti misalnya, ada yang mengendarai kendaraan dengan pelan di jalur jalan paling kanan, sehingga membuat kendaraan lain menyalip dari kiri.

Ada pula kendaraan dari jalur kanan, tiba-tiba memotong jalan menuju jalur kiri, karena ingin berbelok ke arah kiri.

Kedua contoh tersebut tidak sesuai dengan etika kendaraan yang berlaku.

Baca juga: Ragam Promo Xpander Bulan Ini, Ada Diskon hingga Cicilan Ringan

Di dalam pasal 108 ayat 1 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 dikatakan, pada dasarnya semua pengguna jalan harus menggunakan jalur jalan sebelah kiri.

Namun, pada pasal kedua ada beberapa syarat di mana suatu pengemudi kendaraan bisa menggunakan lajur kanan.

Syaratnya yaitu, ketika pengemudi bermaksud akan melewati kendaraan di depannya, atau diperintahkan oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk digunakan sementara jalur kirinya.

Sejumlah pengendara melintasi tol Wiyoto Wiyono untuk menghindari banjir di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2020). Pengendara motor memasuki tol Wiyoto Wiyono untuk menghindari banjir di jalan jenderal Ahmad Yani. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah Sejumlah pengendara melintasi tol Wiyoto Wiyono untuk menghindari banjir di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2020). Pengendara motor memasuki tol Wiyoto Wiyono untuk menghindari banjir di jalan jenderal Ahmad Yani.

Kemudian pada ayat tiga pasal 108 disebutkan, sepeda motor, kendaraan bermotor yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang dan kendaraan tidak bermotor berada pada lajur kiri jalan.

Terakhir pada pasal keempat, penggunaan lajur sebelah kanan hanya diperuntukkan bagi kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi, akan membelok kanan, mengubah arah, atau mendahului kendaraan lain.

Baca juga: Cara Sederhana Kurangi Pengendara Motor Masuk Jalan Tol

Jika sudah memahami perihal aturan tersebut, baiknya posisikan kendaraan Anda pada jalur yang tepat. Bukan hanya untuk mematuhi peraturan tapi juga untuk membuat situasi lalu lintas menjadi aman, dan terhindar dari kecelakaan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X