Pemerintah Indonesia Siap Tangkap Proposal dari Tesla

Kompas.com - 04/02/2021, 07:02 WIB
Ilustrasi Pabrik Tesla di AS reuters.comIlustrasi Pabrik Tesla di AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Maves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa rencana investasi pabrikan mobil listrik Tesla telah menemui titik terang.

Bahkan, kedua belah pihak sudah menandatangani kesepakatan kerja sama melalui surat perjanjian kerahasiaan investasi atau Non Disclosure Agreement (NDA).

"Kami sudah enam kali melakukan video call dan NDA sudah selesai ditandatangani. Saya pikir, hari ini atau besok kami akan terima proposal dari mereka (Tesla)," kata Luhut, Rabu (3/2/2021).

Baca juga: WNA Dilarang Masuk, Tim Tesla Tunda Berangkat ke Indonesia

Tesla Model XIrish Times Tesla Model X

Kendati masih bersifat rahasia, tapi besar kemungkinan dalam proposal terkait akan berisi beragam penawaran yang diberikan oleh Tesla kepada Indonesia untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik.

"Kita belum tahu seberapa besar, tetapi yang kami tahu dan sebenarnya kami tidak terlalu bisa men-disclose detail ke publik," ujar Luhut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk diketahui, sebelumnya perwakilan tim Tesla yang diutus oleh CEO SpaceX Elon Musk menunda kedatangan ke Indonesia seiring kebijakan pemerintah untuk melarang warga negara asing (WNA) ke Tanah Air.

Baca juga: Jawaban Esemka Soal Mobil Listrik

Ilustrasi charging station mobil listrik Tesla di Norwegia.UK.MOTOR1.com Ilustrasi charging station mobil listrik Tesla di Norwegia.

"Mereka (tim Tesla) masih menunggu restriksi pembatasan kunjungan orang asing dicabut ke Indonesia. Namun Pak Luhut masih komunikasi," kata Juru bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi kepada Kompas.com.

Kendati demikian, hal tersebut tak lantas membuat proses kerja sama antar kedua pihak tidak dilangsungkan. Seluruh aspek yang dapat dituntaskan secara virtual, segera dilaksanakan.

Sementara di kesempatan terpisah, Deputi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves, Septian Hario Seto menyebut bahwa Tesla berencana untuk menyasar sektor pembuatan baterai dan Energy Storage System.

Baca juga: Mungkinkah Bus AKAP Beralih ke Bus Listrik?

Ilustrasi Pabrik Mobil Tesla di Amerika Serikattheverge.com Ilustrasi Pabrik Mobil Tesla di Amerika Serikat

"Bisa dibilang untuk teknologi baterai, Tesla salah satu yang terbaik dibanding LG dan CATL. Teknologi baterainya selangkah lebih maju dalam coverage distance, sekitar 650 Km dalam sekali pengisian penuh," kata dia.

Sedangkan energy storage system adalah giga baterai skala besar yang mampu menyimpan tenaga listrik berukuran besar hingga megawatt untuk stabilisator atau untuk pengganti pembangkit peaker.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.