Semakin Gencar, Seberapa Aman Mobil Listrik Melintasi Banjir?

Kompas.com - 01/02/2021, 15:41 WIB
Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi SHUTTERSTOCK/ROMAN ZAIETSIlustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewasa ini pemerintah Indonesia melalui berbagai instansi terkait terus mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai alat transportasi jalan di Tanah Air.

Hal tersebut dibuktikan dengan hadirnya regulasi yang sejalan Perpres 55/2019 mengenai percepatan era elektrifikasi kendaraan bermotor dan penciptaan ekosistemnya.

Seiring dengannya, para produsen pun menghadirkan beragam produk sejenis agar menggoda pecintanya untuk melaksanakan peralihan moda. Namun, tak sedikit masyarakat yang masih ragu untuk menggunakan mobil listrik.

Baca juga: Truk Terguling di Tanjakan, Ini Pentingnya Jaga Jarak dengan Kendaraan Berat

Toyota Prius PHEV Kompas.com Otomotif Challenge (KOC)KOMPAS.com Toyota Prius PHEV Kompas.com Otomotif Challenge (KOC)

Dikatakan Hendra Leksmono, Service Head Auto2000 Jayakarta, satu di antaranya ialah terkait kemampuan mobil untuk menghadapi curah hujan yang cukup tinggi disertai genangan air.

"Banyak yang masih khawatir, itu wajar saja memang. Untuk diketahui, baterai pada mobil listrik itu bersifat kering dan ada pelindungnya, tidak seperti pada ponsel," kata dia saat ditemui belum lama ini.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tetapi memang, meski ada pelindungnya, jangan dipaksakan untuk menerobos genangan air yang tinggi. Paling tidak, jangan sampai setengah ban," lanjut Hendra.

Baca juga: Persiapan Transaksi Tol Tanpa Berhenti Dimulai Tahun Ini

Ilustrasi tempat pengecasan mobil listrik.PIXABAY.com Ilustrasi tempat pengecasan mobil listrik.

Sebab, saat mobil melintasi wilayah tersebut kemungkinan untuk air memasuki bagian-bagian berbahaya di balik kap mesin terbuka lebar. Pada akhirnya, kendaraan bisa mengalami mogok.

"Kalau mobil mati, masalah tersebut (baterai rusak) masih bisa terjadi karena aliran listriknya itu tetap hidup untuk mengaktifkan alarm, anti thief, dan lainnya," ujar Hendra lagi.

Imbauan ini sejatinya tidak hanya untuk mobil berteknologi motor listrik, tapi juga kendaraan dengan mesin konvensional. Bila dipaksakan, siap-siap untuk mengorek kocek besar saat melakukan perbaikan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X