Perhatikan Ini Ketika Terpaksa Terabas Banjir Menggunakan Mobil

Kompas.com - 26/01/2021, 11:42 WIB
Sebuah mobil melintasi jalan yang terendam banjir di Kota Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Senin (14/9/2020). Banjir yang melanda Putussibau secara merata sejak Minggu (13/9/2020) kemarin tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir hingga melumpuhkan aktifitas masyarakat di kota setempat. ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSASebuah mobil melintasi jalan yang terendam banjir di Kota Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Senin (14/9/2020). Banjir yang melanda Putussibau secara merata sejak Minggu (13/9/2020) kemarin tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir hingga melumpuhkan aktifitas masyarakat di kota setempat.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Di musim hujan seperti sekarang ini, jalan tergenang atau bahkan banjir sering terjadi di sejumlah wilayah terlebih di wilayah DKI Jakarta.

Dalam kondisi jalan tertutup air, tidak sedikit pengendara kendaraan bermotor yang nekat melintas dan yakin jika kendaraan yang dikendarainya akan berhasil.

Padahal, saat kendaraan melintas di jalan yang tergenang air dengan ketinggian tertentu bisa berbahaya, karena air bisa saja masuk ke ruang bakar.

Potensi bahaya ini tidak hanya bisa terjadi pada kendaraan roda dua, tetapi juga mobil yang notabene posisi mesinnya lebih tinggi.

Baca juga: Cara Mudah Menghitung Pajak Progresif Kendaraan Bermotor

Maka dari itu, sebelum nekat melewati jalan yang tergenang atau bahkan banjir sebaiknya pengemudi mobil memperhatikan ketinggian airnya.

Sejumlah kendaraan melintasi banjir yang menggenangi Jalan Gunung Sahari Raya, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (17/1/2014). Hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak pagi, membuat jalan tersebut tergenang dan diperparah sistem drainase yang kurang baik. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA Sejumlah kendaraan melintasi banjir yang menggenangi Jalan Gunung Sahari Raya, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (17/1/2014). Hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak pagi, membuat jalan tersebut tergenang dan diperparah sistem drainase yang kurang baik.

Service Parts Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi mengatakan, jika pengemudi akan melintasinya harus mengetahui ketinggian airnya, karena ada batasan maksimal ketinggian air yang aman ketika mobil akan melewatinya.

"Saat akan melewati genangan air, paling utama itu harus mengetahui dulu posisi air intake mobil ada di mana dan seberapa tinggi," ujar Anjar kepada Kompas.com belum lama ini.

Bagi pengemudi yang masih awam, kata Anjar, ada dua barometer yang bisa dijadikan acuan jika memang terpaksa menerjang genangan air.

Baca juga: Bisa atau Tidak SIM Gantikan KTP Saat Bayar Pajak Kendaraan?

Selain dari letak intake mobil, pengukuran lainnya bisa diketahui dari posisi ban mobil. Untuk batas aman sebaiknya pastikan air tidak sampai merendam seluruh bagian ban mobil.

Caption : Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafiie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari. KOMPAS/AGUS SUSANTO AGUS SUSANTO Caption : Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafiie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari. KOMPAS/AGUS SUSANTO

“Minimal hanya 3/4 saja, cara mengeceknya bisa dengan melihat kendaraan lain yang melintas lebih dulu, bila ternyata sampai menutupi semua roda, lebih baik putar balik cari jalan lain,” tuturnya.

Anjar juga mengatakan, sebenarnya jika roda sudah terendam setengah saja bisa berisiko, pasalnya air itu saat dilintasi akan muncul gelombang.

Sehingga, ketinggian air bisa naik saat terkena gelombang dan bisa saja air masuk ke intake atau saluran udara ke pembakaran.

Baca juga: Bisa atau Tidak SIM Gantikan KTP Saat Bayar Pajak Kendaraan?

Jika hal itu sudah terjadi maka bisa menyebabkan permasalahan pada mesin mobil karena ruang bakar sudah kemasukan air.

“Jangan berpatokan pada lubang knalpot, karena saat mobil berjalan atau mesin dihidupkan, ada kompresi gas buang yang bisa menendang balik air saat masuk ke pipa knalpot. Selain itu, biasanya knalpot juga memiliki ruang untuk buangan air tersendiri,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X