Pahami Teknik Terjang Banjir Pakai Sepeda Motor

Kompas.com - 26/01/2021, 10:12 WIB
Kendaraan bermotor menerobos banjir yang menggenangi kawasan Jalan Raya Pantura Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (14/4/2020). Banjir sedalam satu meter yang hampir melumpuhkan Jalur Pantura tersebut terjadi akibat meluapnya Sungai Welang setelah diguyur hujan sejak Senin (13/4) malam. ANTARA FOTO/UMARUL FARUQKendaraan bermotor menerobos banjir yang menggenangi kawasan Jalan Raya Pantura Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (14/4/2020). Banjir sedalam satu meter yang hampir melumpuhkan Jalur Pantura tersebut terjadi akibat meluapnya Sungai Welang setelah diguyur hujan sejak Senin (13/4) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian besar wilayah di Jakarta dan sekitarnya mulai sering diguyur hujan. Di beberapa titik pun sampai terjadi genangan air yang cukup tinggi atau banjir.

Banyak pengendara sepeda motor yang ingin cepat sampai tujuan hingga akhirnya nekat menerjang banjir. Padahal, langkah tersebut berpotensi membuat motor mengalami mogok.

Baca juga: Hujan Deras, Sejumlah Akses Jakarta Terendam Banjir

Untuk dapat melewatinya tanpa mogok, ada teknik khusus yang dapat dilakukan selain mengetahui batas aman motor dapat melewati banjir.

Pengendara roda dua di Jalan Mastrip, Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang memaksa menerobos banjir, akhirnya motornya mogok, Jumat (6/3/2015).KOMPAS.com/ Ahmad Winarno Pengendara roda dua di Jalan Mastrip, Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang memaksa menerobos banjir, akhirnya motornya mogok, Jumat (6/3/2015).

Asep Suherman, Kepala Bengkel Honda AHASS Daya Motor Cibinong, Sawangan, dan Megamendung, mengatakan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan pengendara saat menerabas banjir.

Banjir dengan tinggi sekitar seperempat roda masih aman dilewati. Kuncinya, sebisa mungkin gas jangan sampai tertutup,” ujar Asep, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Asep, jika posisi gas tertutup saat melewati banjir, dikhawatirkan membuat air masuk ke mesin atau ke ruang bakar lewat lubang knalpot.

Baca juga: Batas Aman Motor kalau Terjang Banjir

Jika air sampai masuk ke ruang bakar, efeknya bisa fatal. Bukan cuma mati, tapi motor bisa mengalami water hammer.

“Efek dari water hammer itu menyebabkan setang piston bengkok, jadi harus dihindari,” ujar Asep.

Sejumlah sepeda motor mogok saat melewati banjir di Jalan Budi Jaya, Kebun Jeruk, Jakarta, Senin (9/2/2015). Curah hujan yang tinggi mengakibatkan sejumlah tempat di ibu kota terendam banjir.KOMPAS / LASTI KURNIA Sejumlah sepeda motor mogok saat melewati banjir di Jalan Budi Jaya, Kebun Jeruk, Jakarta, Senin (9/2/2015). Curah hujan yang tinggi mengakibatkan sejumlah tempat di ibu kota terendam banjir.

Sama halnya dengan motor bebek atau motor sport, pada motor matik juga bisa menerobos banjir dengan cara menggantung gas atau menahan putaran mesin. Tujuannya agar motor selalu dapat momentum untuk melaju dan agar air tidak masuk lewat knalpot.

“Untuk motor matik, sebisa mungkin air tidak mencapai boks filter udara yang terletak di sektiar cover CVT,” kata Asep.

Asep menambahkan, sebisa mungkin jangan menerobos banjir. Kalau tidak yakin atau ada jalan lain, lebih baik putar balik pilih jalan yang bebas banjir.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.