Jangan Asal Terjang Banjir, Efeknya Mesin Mobil Bisa Jebol

Kompas.com - 26/01/2021, 11:21 WIB
Sejumlah pengemudi mobil menerjang banjir yang melanda diwilayah Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (28/11/2017). Akibat intensitas curah hujan tinggi dampak dari cuaca ekstrem Siklon Cempaka yang melanda kawasan pulau Jawa tersebut menyebabkan sejumlah titik wilayah Cawas dan Bayat, Kabupaten Klaten terendam banjir. ANTARA FOTO/ALOYSIUS JAROT NUGROSejumlah pengemudi mobil menerjang banjir yang melanda diwilayah Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (28/11/2017). Akibat intensitas curah hujan tinggi dampak dari cuaca ekstrem Siklon Cempaka yang melanda kawasan pulau Jawa tersebut menyebabkan sejumlah titik wilayah Cawas dan Bayat, Kabupaten Klaten terendam banjir.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir dan juga genangan air sering terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia akhir-akhir ini, salah satunya di kawasan DKI Jakarta.

Intensitas hujan yang semakin sering terjadi kerap menyebabkan air menggenang di sejumlah ruas jalan hingga menyebabkan terganggunya lalu lintas.

Dalam kondisi seperti ini, tidak sedikit pengemudi mobil yang nekat menerjangnya karena berpikir kendaraannya akan tetap aman ketika melintas di jalan yang tergenang.

Padahal, jika sembarangan menerjang genangan tanpa memperhitungkan ketinggian air bisa saja berdampak buruk pada mesin.

Baca juga: Bisa atau Tidak SIM Gantikan KTP Saat Bayar Pajak Kendaraan?

Sigit Wahyu Anggoro, Division Head After Sales & Biz Solution CARfix Indonesia, mengatakan, ketika melintasi jalan yang tergenang sebaiknya dipastikan dulu kedalaman airnya.

Banjir terjadi di depan gedung Gudang Garam, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2020)KOMPAS.COM/WALDA MARISON Banjir terjadi di depan gedung Gudang Garam, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2020)

Jangan sampai, pengemudi hanya tinggal gas saja tanpa mengetahui kedalaman air sehingga mengalami kendala pada mesin.

“Jangan memaksa menerobos genangan air yang cukup dalam, jika ini dilakukan maka air bisa terhisap masuk ke dalam mesin melalui saluran udara,” ujar Sigit kepada Kompas.com, Selasa (26/1/2021).

Jika hal ini terjadi, Sigit menambahkan, mesin mobil akan mati mendadak yang disebabkan efek water hammer dan pengemudi bisa terjebak banjir.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa KTP Jadi Syarat Wajib Saat Bayar Pajak Kendaraan

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong Deni Adrian. Deni menambahkan, salah tanda jika mesin mobil kemasukan air adalah putaran mesin tidak teratur atau pincang.

“Misalnya ketinggian air sudah sampai kap mesin mobil dan mesin terasa pincang seperti mau mati, sebaiknya langsung matikan mesin, karena itu tandanya air sudah masuk ke ruang bakar,” kata Deni.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X