Ini Dampaknya Setelah Motor Nekat Terjang Banjir, Sistem Pengereman Jadi Bermasalah

Kompas.com - 26/01/2021, 11:02 WIB
Pengendara motor menerjang banjir yang melanda wilayah Bayat Klaten, Jawa Tengah, Selasa (28/11/2017). Akibat intensitas curah hujan tinggi dampak dari cuaca ekstrem Siklon Cempaka yang melanda kawasan pulau Jawa tersebut menyebabkan sejumlah titik wilayah Cawas dan Bayat, Kabupaten Klaten terendam banjir. ANTARA FOTO/ALOYSIUS JAROT NUGROPengendara motor menerjang banjir yang melanda wilayah Bayat Klaten, Jawa Tengah, Selasa (28/11/2017). Akibat intensitas curah hujan tinggi dampak dari cuaca ekstrem Siklon Cempaka yang melanda kawasan pulau Jawa tersebut menyebabkan sejumlah titik wilayah Cawas dan Bayat, Kabupaten Klaten terendam banjir.

JAKARTA, KOMPAS.com - Intensitas hujan di Jakarta dan sekitarnya cukup tinggi belakangan ini. Tak jarang kondisi tersebut menyebabkan terjadinya genangan air yang cukup tinggi atau banjir.

Banyak juga pengendara motor yang nekat menerabas banjir. Sebab, malas untuk putar balik dan mencari rute lain.

Baca juga: Hujan Deras, Sejumlah Akses Jakarta Terendam Banjir

Setelah menerjang genangan air atau banjir, tak sedikit pengendara motor yang mengeluhkan adanya suara berdecit dari bagian pengereman.

Sejumlah warga yang sepeda motornya mengalami mogok saat melewati banjir di Jalan S Parman, tepat di depan Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, Rabu (5/2/2014)Alsadad Rudi Sejumlah warga yang sepeda motornya mengalami mogok saat melewati banjir di Jalan S Parman, tepat di depan Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, Rabu (5/2/2014)

Timbulnya suara berdecit memang tak sampai memengaruhi laju motor. Namun, suara tersebut bisa mengganggu kenyamanan dan konsentrasi berkendara.

Asep Suherman, Kepala Bengkel Honda AHASS Daya Motor Cibinong, Sawangan, dan Megamendung, mengatakan, suara berdecit kerap timbul pada sistem pengereman yang basah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Bunyi berdecit biasanya muncul karena ada kotoran di kampas rem,” ujar Asep, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Batas Aman Motor kalau Terjang Banjir

Asep menambahkan, masalah ini kerap muncul karena air yang masuk ke area kampas mengandung kotoran. Biasanya, sering terjadi di motor dengan rem tromol.

"Saat kampas rem menggigit permukaan tromol, kotoran yang masuk terperangkap dan tak bisa keluar," kata Asep.

Warga mendorong motornya yang mogok saat melintasi banjir di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu (8/2) dini hari membuat sejumlah kawasan di Ibu Kota terendam banjir.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Warga mendorong motornya yang mogok saat melintasi banjir di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu (8/2) dini hari membuat sejumlah kawasan di Ibu Kota terendam banjir.

Jadi, sisa kotoran tersebut terperangkat dan menggumpal di dalam tromol. Sehingga, kotoran ini terus berakumulasi setiap terkena air dan menimbulkan bunyi berdecit sewaktu rem aktif.

“Untuk menghilangkan bunyi cukup membersihkan tromol dengan disikat sampai bersih. Pakai sabun lebih bagus, rem jadi lebih pakem,” ujar Asep.

Menurut Asep, kotoran menutupi pori-pori kampas rem. Sehingga, kampas pun jadi lebih menggigit permukaan tromol.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.