Hal yang Bisa Dilakukan Pengemudi Saat Ketahui Rem Truknya Blong

Kompas.com - 25/01/2021, 19:01 WIB
Truk bernomor polisi B 9962 NYT alami kecelakaam lalu lintas usai menabrak truk di depannya di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (11/2/2020). Twitter @TMCPoldaMetroTruk bernomor polisi B 9962 NYT alami kecelakaam lalu lintas usai menabrak truk di depannya di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (11/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Kejadian truk dengan rem blong memang kerap terjadi di Indonesia. Tidak jarang para pengemudi truk menabrakkan kendaraannya untuk mengurangi lajunya. Walaupun bisa merugikan pengguna jalan lain.

Lalu sebenarnya apa yang bisa dilakukan oleh pengemudi saat tahu truk yang dikemudikannya mengalami rem blong?

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, pengemudi harus terbiasa mengidentifikasi situasi atau bahaya dari jauh. Caranya yaitu memelihara pandangan sejauh mata memandang.

Baca juga: Ini Jenis Pelanggaran yang Diincar Kamera ETLE dan Sanksinya

Akibat rem blong, truk kontainer sebabkan kecelakaan beruntun di Halim Akibat rem blong, truk kontainer sebabkan kecelakaan beruntun di Halim

“Dengan demikian, dia bisa memahami situasi kiri dan kanan bahu jalan. Sehingga dalam kasus emergency dia sudah tahu di kiri dan kanannya ada tebing atau lainnya,” ucap Jusri kepada Kompas.com, Senin (25/1/2021).

Jadi ketika pengemudi tahu truknya mengalami rem blong, hal yang pertama dilakukan adalah jangan panik. Kemudian kaki jangan injak direm karena sudah tau blong, tidak akan berfungsi. Coba lakukan perlambatan dengan cara lain seperti exhaust brake.

“Lakukan pengurangan kecepatan dengan exhaust brake, tambah rem sedikit namun tidak lama-lama, lalu ditambah engine brake,” kata Jusri.

Baca juga: Imajinasi Desainer Bikin KTM Skuter

Namun jika perlambatan masih kurang maksimal, momentum masih cepat, dia harus cari opsi lain. Misalnya diserempetkan ke tebing, atau diarahkan ke sawah, pilih area yang memiliki kerugian yang paling kecil.

“Untuk mencegah panik, biasakan mengidentifikasi bahaya dari awal mengemudi. Sehingga dia bisa melakukan perencanaan dari manuver yang dilakukan, bahkan saat kondisi darurat, dia bisa tahu situasi di depannya,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X