Rem Truk Sering Blong, Sopir Truk Wajib Lakukan Ini Sebelum Berkendara

Kompas.com - 25/01/2021, 18:21 WIB
Truk muatan minuman isotonik mengalami kecelakaan tunggal di jalan tembus Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Jumat (22/1/2021). Tribun JatengTruk muatan minuman isotonik mengalami kecelakaan tunggal di jalan tembus Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Jumat (22/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini terjadi kecelakaan truk di jalan tembus Tawangmangu-Magetan, Karanganyar. Kecelakaan tunggal ini disebabkan rem truk yang blong sehingga pengemudi tidak bisa mengendalikan kendaraan dan akhirnya terguling.

Perlu diketahui, rem truk berbeda daripada mobil kecil. Kebanyakan truk sudah menggunakan sistem full air brake atau rem angin pada pengeremannya. Sedangkan mobil biasa masih menggunakan minyak rem atau hidrolik.

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, sistem yang berbeda membutuhkan perawatan yang berbeda pula.

Rem truk dengan rem angin membutuhkan pemeriksaan kelayakan sebelum, saat, dan setelah mengemudi.

Baca juga: Permintaan Khusus Rossi kepada Yamaha Sebelum MotoGP 2021

Truk yang mengalami rem blong masuk ke area makamKOMPAS.com/IST Truk yang mengalami rem blong masuk ke area makam

“Sebelum mengemudi truk dengan rem angin, maka setiap pagi mereka harus memeriksa air brake check. Diperhatikan slack adjuster di chamber untuk memastikan keseimbangan distribusi angin ke masing-masing roda,” ucap Jusri kepada Kompas.com, Senin (25/1/2021).

Kemudian, pengemudi harus membuang angin dari air tank sebelum menghidupkan mesin. Ini harus dilakukan setiap hari karena udara yang ada di tangki akan menjadi air di pagi hari, jika dibiarkan bisa jadi angin palsu yang membuat kemampuan rem berkurang.

“Kemudian periksa apakah ada kebocoran, lalu nyalakan mesin selama satu menit, seharusnya udara di tangki sudah kembali terisi. Sebelum jalan, periksa dengan menginjak rem, memastikan bekerja atau tidak,” kata Jusri.

Baca juga: Hujan Deras, Sejumlah Akses Jakarta Terendam Banjir

Kemudian saat mengemudi, rem kaki pada truk atau service brake jangan terus digunakan. Manfaatkan rem lain seperti exhaust brake, engine brake dan retarder untuk mengurangi laju kendaraan.

“Tujuan menggunakan exhaust brake ini bukan untuk menghentikan kendaraan, tetapi mengurangi lajunya. Sehingga kerja service brake tidak bekerja terlalu berat, karena jika sering digunakan, bisa mengalami panas berlebih dan akan terjadi penurunan performa rem atau brake fading,” ucapnya.

Terakhir, ketika kendaraan selesai bertugas, ada kebiasaan buruk dari pengemudi untuk mendinginkan rem, yaitu disiram dengan air. Padahal ini bisa menyebabkan konstruksi rem akan rusak. Kemudian lakukan post driving check.

Kondisi truk TNI yang terbalik akibat rem blong di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Jumat (11/9/2020).PENERANGAN KOGABWILHAN III Kondisi truk TNI yang terbalik akibat rem blong di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Jumat (11/9/2020).

“Mereka memastikan kondisi kendaraan itu laik, cek selang angin dan lainnya. Kemudian dia juga buang angin yang ada di tangki agar tidak terjadi penumpukan,” kata Jusri.

Selain itu jika tangki udara kosong, pada truk yang full air brake rem akan mengunci sehingga tidak bergerak kemana-mana, jadi lebih aman. Selain itu bisa juga jadi mengetahui ada kerusakan apa pada kendaraan, jadi bisa dilaporkan dan segera diperbaiki.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X