Mengapa Jaga Jarak Aman Saat Mengemudi Itu Menguntungkan?

Kompas.com - 23/01/2021, 09:42 WIB
Tabrakan akibat tidak bisa menjaga jaga jarak aman twitter.com/tmcpoldametroTabrakan akibat tidak bisa menjaga jaga jarak aman

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengguna jalan di Indonesia, masih banyak yang masih mengabaikan berkendara dengan aman. Salah satu cara mudah untuk berkendara aman, adalah dengan selalu menjaga jarak dengan kendaraan di depan.

Jaga jarak aman ini bukan hanya berlaku untuk mobil, melainkan juga pengendara motor. Masih sering terlihat, ketika mobil sedang berjalan, mereka tidak menjaga jarak aman, bahkan terlihat mepet dengan kendaraan di depannya.

Kebiasaan menjaga jarak ini perlu dilakukan oleh semua pengguna jalan. Training Director The Real Driving Centre Marcell Kurniawan mengatakan, ada beberapa keuntungan saat menjaga jarak aman ketika mengemudi.

Baca juga: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Syarat Bepergian Naik Mobil Pribadi

jaga jarak aman motorKompas.com/Fathan Radityasani jaga jarak aman motor

“Pertama, kita akan memiliki jarak reaksi dan jarak berhenti yang cukup. Sehingga kita bisa berhenti tepat waktu dan jarak. Dengan jarak berhenti yang tepat, pengemudi tidak menabrak mobil di depannya,” ucap Marcell kepada Kompas.com, Jumat (22/1/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain mencegah menabrak kendaraan yang ada di depan, menjaga jarak aman juga menghindari kita dari peristiwa tabrak belakang. Karena dengan menjaga jarak aman, maka ketika mobil di depan melakukan pengereman, kita bisa lebih halus mengeremnya.

“Jadi kalau ada orang yang tidak menjaga jarak aman di belakang kita, dia akan tidak kaget jika kita mengerem dengan halus,” kata Marcell.

Baca juga: PSBB Jakarta Diperpanjang, Ini Aturan Bawa Penumpang untuk Transportasi Umum

Selain itu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, jarak aman mengikuti kendaraan tidak hanya soal berapa meter, tetapi kombinasi antara waktu reaksi manusia dan waktu reaksi mekanikal jika dalam kondisi ideal. Jika tidak ideal, ditambah sekitar 0,5 sampai 1 detik.

“Waktu reaksi manusia sekitar 1 sampai 1,5 detik. Sedangkan reaksi mekanikal, 0,5 sampai 1 detik. Jadi menjaga jarak aman sekitar tiga detik dengan kendaraan di depannya,” kata Jusri kepada Kompas.com.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X