Pertamina Catat Penurunan Konsumsi BBM di Wilayah Ini Selama Natal dan Tahun Baru 2021

Kompas.com - 14/01/2021, 18:21 WIB
Ilustrasi SPBU WARTA KOTA / ANGGA BHAGYA NUGRAHAIlustrasi SPBU
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Region Jatimbalinus mencatat adanya penurunan konsumsi bahan bakar minyak ( BBM) di empat titik selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Melalui keterangan tertulis, dijelaskan wilayah terkait ialah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Perolehan data tersebut berdasarkan kajian Tim Satuan Tugas (Satgas) Pertamina yang aktif dari 7 Desember 2020 hingga 10 Januari 2021 lalu.

"Keseluruhan turun 5 persen. Jika dibandingkan dengan data konsumsi Nataru Gasoline tahun lalu, turun sebesar 15 persen," kata Executive General Manager (EGM) Pertamina Marketing Region Jatimbalinus, C.D. Sasongko, Rabu (13/1/2021).

Baca juga: PPKM Jawa-Bali, Pertamina Imbau Pemanfaatan Transaksi Non-Tunai

Ilustrasi SPBU.KOMPAS.com/Nursita Sari Ilustrasi SPBU.

"Ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat sudah banyak yang memilih untuk mematuhi protokol kesehatan dan tak melaksanakan mudik atau berpergian selama periode dimaksud," lanjut dia.

Rata-rata konsumsi harian Premium, Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo (Gasoline) di empat wilayah tersebut pada Januari - November 2020 tercatat sebanyak 16.900 kiloliter per hari. Tapi selama Nataru, turun jadi 16.100 kiloliter per hari.

Sementara untuk produk BBM jenis Gasoil, yakni BioSolar, Dexlite, dan Pertamina Dex hasil catatan Tim Satgas turun 11 persen dari rata-rata konsumsi harian normal, yakni 7.500 KL jadi 6.600 KL per hari.

Jika dibandingkan dengan data periode yang sama tahun lalu rerata konsumsi harian ini turun sebesar 17 persen.

Baca juga: Mulai 17 Januari Naik, Simak Tarif Baru 6 Ruas Tol Jasa Marga

Antrean SPBU di Trans Jawa selama libur natal dan tahun baru 2021 Antrean SPBU di Trans Jawa selama libur natal dan tahun baru 2021

Namun hal berbeda terjadi dengan konsumsi bahan bakar pesawat udara, Avtur, yang meningkat sebesar 13 persen dibanding rata-rata harian normal yaitu 910 KL menjadi 1.030 KL per hari.

Demikian halnya dengan Liquified Petroleum Gas (LPG) di wilayah Jatimbalinus, rerata konsumsi harian LPG bertambah sebesar 8 persen, dari rerata harian normal sebanyak 5.300 Metrik Ton (MT) per hari, menjadi 5.700 MT per harinya.

"Kendati demikian, kami menjamin atas ketersediaan energi selama periode Nataru. Tak ada masalah signifikan," tutup Sasongko.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X