Jangan Asal, Isi BBM Ternyata Ada Aturannya

Kompas.com - 14/01/2021, 16:41 WIB
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap pemilik mobil, memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengisi bahan bakar minyak (BBM). Terkadang ada yang sampai tangki diisi penuh, namun tidak sedikit yang cuma mengisi setengah saja tergantung dengan kondisi keuangan saat itu.

Ternyata, dalam mengisi BBM pada mobil itu ada aturan mainnya, tidak boleh sembarangan. Sebab, ada akibat yang harus ditanggung dalam jangka panjang.

Baca juga: Tesla Persiapkan Mobil Listrik Rp 300 Jutaan

Service Head Auto2000 Bekasi Sapta Agung Nugraha mengatakan, secara tujuan mengisi BBM sampai terisi penuh itu untuk menghindari tangki cepat berkarat, apalagi mobil tersebut sangat jarang digunakan.

Lain dengan yang kebiasaan mengisi penuh, dengan alasan keamanan serta kenyamanan dan tidak terlalu sering membuang waktu antre di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Tangki bahan bakar Wagon R GS AGS.Febri Ardani/KompasOtomotif Tangki bahan bakar Wagon R GS AGS.

“Kalau mau diisi penuh pun ada aturannya, jangan sampai benar-benar luber. Berikan ruang atau celah agar tetap ada udara di tangki BBM tersebut,” ujar Sapta saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Mulai 17 Januari Naik, Simak Tarif Baru 6 Ruas Tol Jasa Marga

Sapta menyarankan, jika mengisi BBM penuh maka hanya sampai nozzle BBM berbunyi klik, tidak perlu sampai ke selang pengisian, karena bagimanapun tangki membutuhkan ruang untuk udara.

“Fungsinya agar BBM bisa mengembang. Apabila ruangan BBM penuh oleh bensin maka udara akan keluar melalui lubang hawa. Tentu saja hal itu sama dengan membuang BBM secara cuma-cuma,” ucap Sapta.

Isi Penuh

 Ilustrasi SPBU Pertamina. (DOK. Pertamina) Ilustrasi SPBU Pertamina.

Bagi pemilik kendaraan yang terbiasa mengisi BBM hingga dalam kondisi penuh atau full tank, ternyata jauh lebih baik dibandingkan dengan yang gemar mengisi dalam kondisi tanggung.

Technical Service Executive Coordinator Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi menjelaskan, mengisi BBM dalam kondisi tanggung atau kurang dari setengah bisa membuat tangki mobil mengalami kondensasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X