Pertamina Klaim BBM Nonsubsidi Semakin Diminati di Tengah Pandemi

Kompas.com - 29/12/2020, 09:22 WIB
Ilustrasi SPBU TRIBUNNEWS/HERUDINIlustrasi SPBU

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) mengklaim konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi atau di atas RON 90 terus meningkat selama pandemi virus corona alias Covid-19 berlangsung di Indonesia.

Pjs Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) Marthia Mulia Asri mengungkapkan, tren ini dapat dirasakan secara nyata khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Jika dibandingkan dengan konsumsi sebelum pandemi yakni Januari-Februari 2020, konsumsi Pertamax Turbo meningkat hampir 200 persen dari 56 KL per hari jadi 166 KL per hari," katanya di keterangan resmi, Senin (28/12/2020).

Baca juga: Libur Natal, Konsumsi BBM di Tol Trans Jawa Naik 400 Persen

Ilustrasi SPBUKOMPAS/PRIYOMBODO Ilustrasi SPBU

Sementara untuk produk Pertamax RON 92 mengalami peningkatan 15 persen di periode sama, yakni dari 2.517 kiloliter per hari menjadi 2.916 kiloliter tiap harinya.

Tak hanya itu, hal serupa juga dialami pada BBM jenis gasoil melalui produk Pertamina Dex dan Dexlite. Secara umum, kenaikannya mencapai 80 persen dari Januari-Februari 2020.

“Pertamina Dex meningkat melebihi 80 persen, semula hanya 66 KL per hari namun saat ini sudah mencapai 123 KL per hari. Dexlite meningkat 25 persen, semula 104 KL per hari jadi 130 KL per hari,” ujar Marthia.

Ia pun menuturkan bahwa Pertamina akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelanggan setia agar memilih bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan, baik untuk BBM jenis gasoline maupun jenis gasoil.

“Terlebih menjelang libur tahap kedua, yaitu jelang pergantian tahun,” ujarnya.

Baca juga: Akhir Tahun, Pemesan Bus di Karoseri Masih Lesu

Antrean SPBU di Trans Jawa selama libur natal dan tahun baru 2021 Antrean SPBU di Trans Jawa selama libur natal dan tahun baru 2021

"Sebab penggunaan BBM berkualitas bisa meningkatkan performa mesin kendaraan dan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas lingkungan seiring kadar gas buang emisi yang lebih sedikit," tambah Marthia.

Lagipula, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berencana untuk menghapus BBM kualitas rendah atau di bawah RON 90 seperti Premium tahun depan.

Rencana ini seiring dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017 mengenai batasan Research Octane Number (RON).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X