Yamaha Pede Mesin M1 Bisa Lebih Awet pada MotoGP 2021

Kompas.com - 29/12/2020, 08:42 WIB
Rossi dan Quartararo Foto: MotomattersRossi dan Quartararo

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada MotoGP 2020, Yamaha mengalami kendala teknis atau engine failure pada YZR-M1, khususnya pada ketahanan mesin. Masalah tersebut merundung ketiga pebalapnya, kecuali Franco Morbidelli.

Valentino Rossi, Fabio Quartararo, dan Maverick Vinales sama-sama mengalami mesin M1 jebol. Bahkan, Vinales harus menggunakan mesin keenam dan menelan penalti start dari pitlane.

Baca juga: Valentino Rossi Bawa Angin Segar buat Petronas Yamaha SRT

Untuk MotoGP 2021, Managing Director Yamaha Motor Racing Lin Jarvis mengatakan, Yamaha pede mesin M1 akan lebih awet dan bertahan dibandingkan saat musim 2020.

Valentino Rossi menepikan motornya setelah mengalami masalah teknis di GP Spanyol 2020MotoGP Valentino Rossi menepikan motornya setelah mengalami masalah teknis di GP Spanyol 2020

"Untuk musim 2021, kami cukup percaya diri (pede) pada mesin kami, karena ketahanannya yang sudah kami lihat dengan menggunakan katup yang benar musim ini," ujar Lin Jarvis, dikutip dari Autosport.com.

Lin Jarvis menambahkan, musim depan Yamaha tetap menggunakan mesin yang sama, menuruti regulasi yang ada. Dia mengakui mesin tersebut memiliki kelemahan pada tenaganya.

"Tapi, kami harus menunggu sampai 2022 untuk memerbaikinya untuk mengembangkannya ulang atau menggunakan pengembangan pada mesin yang baru," kata Lin Jarvis.

Baca juga: Tak Sabar, Quartararo Posting Foto Pakai M1 Monster Energy Yamaha

Menurutnya, departemen mesin Yamaha sudah melakukan pekerjaan yang cukup baik, terlepas adanya kecacatan komponen pada katup yang digunakan.

Lin Jarvis mengungkapkan bahwa kesalahan tersebut dilakukan jauh sebelum MotoGP 2020 dimulai. Tepatnya pada pertengahan musim 2019.

Maverick Vinales saat berlaga di MotoGP Valencia. (Photo by LLUIS GENE / AFP)LLUIS GENE Maverick Vinales saat berlaga di MotoGP Valencia. (Photo by LLUIS GENE / AFP)

"Beberapa mesin kami bahkan sudah mencapai 3.000 km, dan itu cukup luar biasa. Kami harus melakukannya karena kami harus memastikannya," ujar Lin Jarvis.

Menurutnya, hal utama yang perlu diperhatikan ke depannya adalah detail bagaimana tim memersiapkan diri untuk balapan, memastikan ulang kualitas komponen, mengonfirmasi ulang dengan regulasi.

"Jadi, banyak konfirmasi ulang yang akan diperlukan," kata Lin Jarvis.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X