Kompas.com - 28/12/2020, 19:01 WIB
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa membonceng motor trail sambangi lokaai banjir bandang di Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Selasa (2/5/2017) Kontributor Magelang, Ika FitrianaMenteri Sosial Khofifah Indar Parawansa membonceng motor trail sambangi lokaai banjir bandang di Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Selasa (2/5/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengguna motor model trail semakin menjamur dengan banyaknya model yang ditawarkan oleh produsen.

Sejatinya, motor jenis trail digunakan untuk jalan dengan rute offroad. Namun, tidak jarang pemilik motor trail yang saat ini memodifikasi ban off road menjadi on road dengan tujuan untuk digunakan harian dan berboncengan.

Bicara penggunaan trail, selain pengemudi ternyata ada juga yang harus diperhatikan pengguna yang menjadi pembonceng di motor trail tersebut. Ini agar pembonceng juga mengerti menjaga keselamatan selama berboncengan.

Baca juga: Modifikasi Toyota FT86 Terinspirasi dari Game Need For Speed

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, sebetulnya motor trail tidak disarankan untuk berboncengan.

Lebih nyaman jika digunakan berkendara sendiri apalagi untuk trabas atay kegiatan di luar ruang. Namun, kalau untuk harian masih bisa asal memperhatikan beberapa faktor keselamatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pembonceng wajib menggunakan perangkat keselamatan atau riding gear yang aman seperti helm dan jaket,” ujar Agus saat dihubungi Kompas.com, Senin (28/12/2020).

Naik motor trail, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi berboncengan dengan Presiden Joko Widodo meninjau lokasi pengungsi korban gempa di Lombok Utara.
KOMPAS.com/ Dok. Humas Pemprov NTB Naik motor trail, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi berboncengan dengan Presiden Joko Widodo meninjau lokasi pengungsi korban gempa di Lombok Utara.

Untuk penggunaan harian, pembonceng wajib mengatur postur selama berkendara. Usahakan posisinya sejajar dengan pengendara.

“Jika dibonceng motor trail, pembonceng wajib berpegangan pada pengendara agar tidak mengganggu kestabilan sepeda motor, karena tipe motor trail ini tinggi dan memiliki suspensi yang lebih empuk dibanding motor biasa,” kata Agus.

Baca juga: Tes Pramusim MotoGP Sepang Terancam Batal, Dorna Siapkan Alternatif

Postur tubuh pembonceng juga harus sejajar dengan pengendara untuk memudahkan saat melakukan manuver. Selain itu, diusahakan posisi lutut juga mengapit ringan pengendara.

Sebaiknya, posisi pengendara dengan pembonceng jangan terlalu jauh. Sebab, hal ini bisa menyulitkan pengendalian sepeda motor.

Terakhir, baik pengendara maupun pembonceng tahu medan seperti apa yang dilalui serta memiliki informasi mengenai rute. Jika tidak tentu akan kesulitan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X