Berbagai Tuntutan Sistem Transportasi RI di Masa Depan

Kompas.com - 29/12/2020, 07:02 WIB
Kepadatan Tol Cikampek - Suasana kepadatan arus lalu lintas jalan tol Cikampek di kawasan Bekasi Barat, Jawa Barat, Senin (17/7/2017). Keberlangsungan tiga proyek sekaligus di ruas tol tersebut, yaitu proyek LRT, pengembangan tol susun Cikampek dan kereta cepat mengakibatkan arus lalu lintas semakin padat. Masyarakat pengguna tol Cikampek dihimbau untuk menggunakan transportasi umum atau menggunakan jalan arteri sebagai jalur alternatif agar tidak terjebak dalam kemacetan. KOMPAS/RIZA FATHONIKepadatan Tol Cikampek - Suasana kepadatan arus lalu lintas jalan tol Cikampek di kawasan Bekasi Barat, Jawa Barat, Senin (17/7/2017). Keberlangsungan tiga proyek sekaligus di ruas tol tersebut, yaitu proyek LRT, pengembangan tol susun Cikampek dan kereta cepat mengakibatkan arus lalu lintas semakin padat. Masyarakat pengguna tol Cikampek dihimbau untuk menggunakan transportasi umum atau menggunakan jalan arteri sebagai jalur alternatif agar tidak terjebak dalam kemacetan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem transportasi di Indonesia dituntut untuk bisa berkembang lebih masif, sehingga bisa menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. 

Meski perlahan, tapi kemajuan transportasi di Indonesia memang terjadi, tapi masih ada beberapa tuntutan yang wajib dipenuhi di masa depan.

Pendiri Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Suyono Dikun mengatakan, setidaknya sektor transportasi Indonesia harus memiliki sejumlah sifat seperti sustainable (berkelanjutan), integrated (terintegrasi), berkesesuaian dengan tata ruang, ramah lingkungan, seamles, dan menjadi bagian pertumbuhan ekonomi ke depan.

Baca juga: Akhir Tahun, Pemesan Bus di Karoseri Masih Lesu

Tidak hanya itu, sektor transportasi juga dituntut untuk hemat energi, berteknologi tinggi dan mampu menjamin pergerakan manusia atau barang jadi lebih cepat.

"Transportasi Indonesia ke depan semestinya mempunyai sifat untuk bisa lebih maju, lebih cepat, lebih aman, nyaman, dan selamat," kata Suyono dalam webinar Outlook Transportasi 2021, Senin (28/12/2020).

Proyek pembangunan jalan layang khusus bus transjakarta Koridor XIII Kapten Tendean - Blok M - Ciledug masih dalam tahap proses pemasangan Boks Girder dan ekspantion Join serta beberapa pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Parapet serta Shelter Bus Transjakarta di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (16/11/2016). Proyek jalan layang sepanjang 9,4 kilometer tersebut merupakan salah satu upaya mengintegrasikan transportasi umum antarwilayah di DKI Jakarta dan sekitarnya. Proyek dijadwalkan selesai pada akhir 2016.GARRY ANDREW LOTULUNG Proyek pembangunan jalan layang khusus bus transjakarta Koridor XIII Kapten Tendean - Blok M - Ciledug masih dalam tahap proses pemasangan Boks Girder dan ekspantion Join serta beberapa pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Parapet serta Shelter Bus Transjakarta di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (16/11/2016). Proyek jalan layang sepanjang 9,4 kilometer tersebut merupakan salah satu upaya mengintegrasikan transportasi umum antarwilayah di DKI Jakarta dan sekitarnya. Proyek dijadwalkan selesai pada akhir 2016.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari sisi sustainable, kata Suyono, transportasi Indonesia ke depan harus menjadi sistem yang mampu melakukan pembangunan keberlanjutan, mampu mengurai simpul pergerakan manusia, dari kota ke desa, pun sebaliknya.

“Transportasi Indonesia di masa depan adalah sistem yang harus terintegrasi antarmoda dan antarsubsektor, guna mewujudkan optimasi dan efisiensi sektor secara rasional,” kata Suyono.

Baca juga: Ini Alasan Bus Lintas Sumatera Kerap Terlihat Kotor

Transportasi Indonesia di masa depan juga harus berkesesuaian dengan penataan ruang nasional dan bersama-sama membentuk pola struktur ruang dan pergerakan ekonomi yang efisien serta efektif.

“Hal itu harus diiringi dengan pengimplementasian transportasi yang ramah lingkungan, dan harus jauh lebih bersih dari emisi gas buang dan lebih senyap dari kebisingan. Seperti electric vehicle yang saat ini sudah marak di Indonesia,” kata Suyono.

Ilustrasi proses charge mobil listrik Hyundai IoniqKOMPAS.com/Ruly Ilustrasi proses charge mobil listrik Hyundai Ioniq

Lebih lanjut lagi Suyono mengatakan, transportasi Indonesia di masa depan harus memiliki sifat seamless, atau sistem yang mampu menelusuri pulau-pulau dan menjembatani secara tidak terputus hubungan antara pulau besar dan kecil lainnya.

Suyono berharap di masa depan, sektor transportasi nasional bisa menjadi sistem yang terintegrasi dengan aspek ekonomi. Termasuk menjadi bagian yang integral dari pergerakan ekonomi nasional.

“Transportasi Indonesia di masa depan juga harus berteknologi tinggi, sebagai sistem yang sudah melakukan adopsi dan adaptasi teknologi maju yang setara dengan negara-negara maju di Asia lain," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.