Kata Toyota Soal Proses Pemulihan Industri Otomotif Indonesia

Kompas.com - 17/12/2020, 19:41 WIB
Toyota bakal bangun pabrik perakitan baru di Meksiko LeftlanenewsToyota bakal bangun pabrik perakitan baru di Meksiko
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak bisa dipungkiri bila dampak dari pandemi Covid-19 membuat industri otomotif terpukul cukup babak belur di 2020.

Walau dalam beberapa bulan terakhir pasar membaik, namun proses pemulihannya tak akan mudah seperti membalikan telapak tangan, apalagi bila dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.

Bob Azzam, Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT TMMIN, mengatakan sebenarnya dibandingkan dengan negara ASEAN lain, tingkat confidence Indonesia dengan Vietnam, Thailand, dan Malaysia mirip-mirip ada diangka 49.

Bahkan pada November Indonesia bisa tembus sampai 50 yang seharusnya sudah masuk dalam zona confidence dari sisi suplainya. Dengan demikian, artinya secara persentase harusnya tidak berbeda jauh.

Baca juga: Toyota Kasih Sinyal Produksi Avanza atau Innova Hybrid

"Sebenarnya prinsipnya hampir sama, tetap di negara lain itu proses pemulihannya lebih cepat karena mereka (pemerintah) ada stimulus yang diberikan terhadap industri otomotinya, sehingga industrinya bisa masuk di atas 70 persen dibandingkan sebelum Covid," ucap Bob dalam konferensi pers virtual Toyota, Rabu (16/12/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sales promotion girl (SPG) berpose di samping mobil dalam pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (25/4/2019). Pameran IIMS 2019 berlangsung hingga 5 Mei 2019 mendatang. Sebanyak 36 merek roda dua dan roda empat ikut memamerkan produk terbarunya di sini.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Sales promotion girl (SPG) berpose di samping mobil dalam pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (25/4/2019). Pameran IIMS 2019 berlangsung hingga 5 Mei 2019 mendatang. Sebanyak 36 merek roda dua dan roda empat ikut memamerkan produk terbarunya di sini.

"Angka 70 persen ini penting sekali karena merupakan titik recovery dimana industri itu mulai bekerja di atas break even. Jadi mulai ada profitnya, tapi kalau kita masih di bawah 70 persen, artinya kita masih dalam tekanan untuk melakukan efesiensi," kata dia.

Lantaran itu, Bob menjelaskan bila Toyota pada 2021 sangat berharap bisa masuk ke titik 70 persen dibandingkan sebelum wabah corona melanda agar bisa masuk ke fase new normal.

Dengan demikian pula, artinya, industri bisa mendapat untung dengan berada di atas titik brake even atau kondisi di mana jumlah pengeluaran yang diperlukan untuk biaya produksi sama dengan jumlah pendapatan yang diterima dari penjualan, alias impas.

Baca juga: Aktivitas Digital Jadi Kunci Penjualan Toyota Selama Pandemi

Produksi Toyota di pabrik Karawang, Jawa Barat.Agung Kurniawan Produksi Toyota di pabrik Karawang, Jawa Barat.

Terkait masalah stimulus dari pemerintah, Bob menjelaskan kendalanya lantaran kondisi di Indonesia yang masih dalam tahap survival akibat pandemi yang belum mereda.

"Periodenya iada tiga, survival, recovery, dan new normal. Selama ada pembatasan, itu suvival bentuk bantuannya likuiditas, saat masuk masa recovery bantuannya berubah menjadi bantuan modal kerja. Jadi dibandingkan dengan negara lain, memang mereka lebih advance bahkan bisa dibilang sudah masuk ke new normal," ucap Bob.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.