Volta Sambut Baik Peraturan Konversi Motor Listrik Pemerintah

Kompas.com - 07/12/2020, 11:22 WIB
Volta 401 KOMPAS.com/GilangVolta 401


JAKARTA, KOMPAS.com - Volta, merek motor listrik asal Semarang, Jawa Tengah, menyambut baik langkah pemerintah yang mengeluarkan aturan konversi motor bensin menjadi motor listrik.

Willty Awan, CEO PT Volta Indonesia Semesta, mengatakan, tidak melihat hal tersebut sebagai ancaman penjualan motor listrik. Justru saat ini disebut dapat merangsang kepedulian masyarakat.

"Kita harus melihat pada misi besarnya mengapa hal itu dilaukan, sebab populasi motor bensin saat ini sudah mencapai 120 juta unit. Itu sudah hampir separuh dari populasi manusia Indonesia sekitar 250 juta. Kalau kita sekarang jual motor elektrik butuh berapa lama untuk mengejar populasi itu," kata Willty kepada Kompas.com, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Baca juga: Viar Optimistis Gelombang Konversi Motor Listrik Minim Pengaruh

Volta 501 DumpFoto: Volta Volta 501 Dump

Jika nantinya memang banyak yang memodifikasi motor bensin jadi motor listrik, Willty mengatakan, artinya pasar motor listrik sudah tercipta dan hal itu justru bagus buat produsen motor listrik.

"Pertama ini akan mengurangi polusi yang besar, kedua, ini akan menarik masyarakat untuk mulai peduli terhadap motor listrik," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Menurut saya itu bukan ancaman, justru semakin banyak orang menggunakan kendaraan listrik maka itu akan memacu produsen untuk mengembangkan riset dan kreatifitas," katanya.

Willty mengatakan tidak khawatir karena pasar pasti akan tumbuh dengan sendirinya asal masyarakat sudah punya kepedulian terhadap motor listrik.

"Lihat saja semisal di DKI Jakarta, begitu bus listrik sudah banyak, taksi juga sudah pakai listrik, awareness naik, orang sudah lebih yakin (dengan kendaraan listrik) karena ternyata sudah banyak yang pakai," katanya.

VoltaKOMPAS.com/Gilang Volta

Willty mengatakan justru menyambut baik Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 65 Tahun 2020 tentang konversi sepeda motor bensin menjadi motor listrik.

Baca juga: Lokasi Uji Tipe Hasil Konversi Motor Listrik Tidak Sentralisasi

"Saya tidak khawatir dan justru menyambut baik langkah seperti ini. Karena APM sendiri tidak mungkin sanggup memakan semua pasar itu sendirian karena tingkat edukasi dan sosialiasinya itu masih berat," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.