Kala Pandemi, Kejahatan Menyasar Pengemudi Truk Semakin Marak

Kompas.com - 06/10/2020, 08:22 WIB
Ilustrasi truk lansiran Hino Kompas.com/Setyo AdiIlustrasi truk lansiran Hino

JAKARTA, KOMPAS.comPandemi Covid-19 masih saja terjadi saat ini. Walaupun truk pembawa logistik tetap boleh beroperasi, tapi malah menjadi sasaran tindak kejahatan, seperti perampasan, begal, dan bajing loncat.

Namun, pandemi yang membuat ekonomi masyarakat semakin tertekan, membuat tindak kriminal terhadap pengemudi truk makin marak. Tindak kejahatan yang kerap dihadapi pengemudi truk, salah satunya adalah perampasan.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bambang Widjanarko mengatakan, sejak bulan April, mulai ada tanda-tanda peningkatan tindak kriminal di jalan.

Baca juga: Daftar Mobil Bekas di Bawah Rp 50 Juta, Ada Sirion, Civic sampai BMW

Pelaku perampasan HP kepada supir truk di tol Kemayoran, Jakarta PusatAkun instagram @jktinfo Pelaku perampasan HP kepada supir truk di tol Kemayoran, Jakarta Pusat

“Mungkin gegara Covid, lalu ekonomi memburuk, dampaknya malah terjadi kekerasan di jalan. Sekarang, tidak bisa dipetakan tempat yang rawan kejahatan atau tidak,” ucap Bambang kepada Kompas.com, Senin (5/10/2020).

Kalau dulu yang rawan itu area pergudangan, pelabuhan, tempat yang kurang penerangan, tidak dijaga. Sedangkan sekarang, bisa terjadi di mana saja. Ketika lewat suatu desa, tahu-tahu dipalang dan diberhentikan.

Baca juga: Jasa Marga Tutup Sebagian Lajur Tol Jakarta-Cikampek

Bambang menambahkan, semua jenis tindak kriminal ke pengemudi truk tambah banyak. Misalnya ada yang datang ke perusahaan dan mengancam untuk meminta iuran jasa pengawalan, dan lainnya. Selain itu juga ada begal-begal baru.

Begal truk yang profesional itu tidak akan membunuh korbannya. Sedangkan yang masih baru bisa saja membunuh karena panik atau saat kru dan pengemudinya melawan,” kata Bambang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.