Hilangkan Kebiasaan Ngebut di Persimpangan Jalan

Kompas.com - 12/09/2020, 16:22 WIB
Lampu lalu lintas padam di depan Mal Pejaten Village, Jakarta Selatan, Minggu (4/8/2019). SANDRO GATRA/KOMPAS.comLampu lalu lintas padam di depan Mal Pejaten Village, Jakarta Selatan, Minggu (4/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.comPersimpangan merupakan tempat yang paling rawan terjadi kecelakaan. Walaupun sudah ada alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) atau lampu lalu lintas, masih saja ada orang yang melanggarnya.

Kebiasaan orang di Indonesia, masih belum mengerti apa arti dari lampu kuning di lampu lalu lintas. Ketika mau sampai di perempatan dan lampu hijau berubah jadi kuning, mereka memilih untuk tancap gas.

Padahal hal itu bukanlah hal yang benar untuk dilakukan. Ketika orang tancap gas saat lampu kuning, bisa saja dia terlalu fokus untuk mengejar ke persimpangan itu, sehingga tidak memerhatikan kondisi lalu lintas.

Baca juga: Peminat Double Cabin Bekas Tambang Malah Naik Saat Pandemi

Lampu lalu lintas (traffic light di persimpangan Pangkalan Jati, Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, tidak berfunsi, Jumat (27/9/2019).KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI Lampu lalu lintas (traffic light di persimpangan Pangkalan Jati, Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, tidak berfunsi, Jumat (27/9/2019).

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, kebiasaan untuk mengurangi kecepatan saat ingin masuk persimpangan harus ditanam pada semua pengguna jalan.

“Tujuan dari mengurangi kecepatan ini untuk menghindari pengemudi dari arah berlawanan yang tidak berhenti karena ngeblong, ngantuk, atau nanggung,” ucap Sony kepada Kompas.com, Sabtu (12/9/2020).

Baca juga: Mitsubishi Geber Diskon Rp 17 Juta dan Bunga Nol Persen

Selain itu, mengurangi kecepatan juga dibutuhkan untuk memastikan kondisi jalan aman, terutama persimpangan yang lalu lintasnya sepi. Jadi walaupun kondisi lampu masih hijau, ketika mendekati persimpangan, tetap kurangi kecepatannya.

“Kurangi kecepatan dilakukan kalau memang tinggi. Kecuali memang kecepatan saat melintas sudah rendah seperti 40 kpj. Lebih baik lagi kalau siap-siap mengerem, jadi ketika lampu kuning, bisa mengurangi kecepatannya,” kata Sony.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X