Peminat Double Cabin Bekas Tambang Malah Naik Saat Pandemi

Kompas.com - 11/09/2020, 20:01 WIB
Dcab bekas tambang Soni SetiawanDcab bekas tambang

JAKARTA, KOMPAS.comDouble cabin (Dcab) bekas tambang saat ini memang menjadi alternatif dari membeli Dcab bekas biasa. Dengan harga yang lebih murah, pembeli bisa melakukan modifikasi sesuai keinginannya.

Kemudian dengan harga yang murah tersebut, pembeli bisa menjadikan Dcab bekas tambang ini sebagai mobil kedua. Mobil ini lah yang biasa digunakan untuk memenuhi hobi off road, atau bisa juga hanya untuk mejeng.

Saat pandemi seperti sekarang memang waktu yang sulit untuk menjual mobil. Lalu bagaimana kabar dari penjualan Dcab bekas tambang di saat pandemi?

Baca juga: Dorong Daya Beli, Menperin Usulkan Pajak Mobil Baru 0 Persen

Dcab bekas tambanginstagram/5730soni Dcab bekas tambang

Pemilik Diler Mobil Bekas Tambang Istana Mobil 4x4 Di Samarinda, Soni Setiawan mengatakan, penjualan Dcab bekas tambang malah semakin laku saat masa pandemi.

“Dcab bekas tambang malah laris saat pandemi ini, kenaikannya sekitar 20 persen,” ucap Soni Setiawan kepada Kompas.com, Jumat (11/9/2020).

Selain adanya peningkatan penjualan, kelas pembelinya pun bertambah. Jika biasanya hanya kalangan menengah ke atas yang berminat meminang Dcab bekas tambang, sekarang kalangan bawah juga sudah muali banyak.

Baca juga: Pengusaha Bus Minta Pemerintah Tegas Berantas Travel Gelap

“Kelas bawah juga banyak, biasanya dipakai untuk kerja. Mereka juga membelinya 100 persen tunai atau cash,” kata Soni.

Untuk model yang paling laku, Soni mengatakan sampai saat ini tetap Mitsubishi Triton, kemudian ada Ford Ranger dan terakhir ada Toyota Hilux. Rata-rata pembeli Dcab bekas tambang di Istana Mobil meminta untuk dimodifikasi secara keseluruhan.

Dcab bekas tambangSoni Setiawan Dcab bekas tambang

Modifikasi yang bisa dilakukan dari Istana Mobil seperti penggantian warna, penggunaan pelek dan ban berukuran besar, sampai mengubah tampilan mobilnya. Misalnya seperti mengubah Ford Ranger menjadi Raptor.

Diketahui untuk Dcab bekas tambang ini biasa dihargai mulai dari Rp 100 juta sampai Rp 170 juta. Namun itu baru harga mobilnya saja, belum ditambah biaya perbaikan dan modifikasi yang akan dilakukan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X