Pakai BBM Oktan Tinggi Kendaraan Bisa Lebih Irit?

Kompas.com - 04/09/2020, 12:01 WIB
Seorang petugas sedang mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU  34-16102 di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (10/10/2018). KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHSeorang petugas sedang mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU 34-16102 di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (10/10/2018).
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak hal yang melatarbelakangi pemilik kendaraan, baik roda dua maupun roda empat dalam memilih jenis bahan bakar minyak ( BBM) yang digunakannya.

Mulai menjaga kebersihan ruang bakar, meningkatkan performa kendaraan, hingga konsumsi bahan bakar kendaraan menjadi lebih awet.

Dengan berbagai alasan itulah, pemilik kendaraan lantas memilih menggunakan bensin dengan nilai oktan lebih tinggi dari biasanya.

Banyak yang percaya, menggunakan bahan bakar dengan Research Octane Number ( RON) lebih tinggi akan membuat pembakaran di dalam mesin menjadi lebih sempurna.

Baca juga: Bisakah Membayar Pajak Kendaraan Sebelum Jatuh Tempo?

Dengan begitu maka konsumsi bahan bakar kendaraan menjadi lebih hemat dibandingkan saat menggunakan bensin dengan oktan rendah.

Mobil sedang mengisi bensin subsidi.Tribunnews/ Nurudin Mobil sedang mengisi bensin subsidi.

Benarkah menggunakan bahan bakar dengan RON tinggi kendaran bisa menjadi lebih irit? Didi Ahadi, Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM), mengatakan, secara logika menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan semakin tinggi akan semakin bagus.

“Harusnya tarikan kendaraan menjadi lebih enteng karena oktannya tinggi. Iya mungkin bisa meningkatkan performa mesin dan bahkan mungkin juga bisa lebih irit,” ujarnya kepada Kompas.com belum lama ini.

Didi menambahkan, hal ini disebabkan karena saat kendaraan mengkonsumsi bensin dengan RON lebih tinggi dari biasanya maka kendaraan menjadi lebih responsif.

Baca juga: Saat Bayar Pajak STNK Asli Hilang, Bisa Pakai Foto Copy?

“Jadi tidak perlu menginjak gas dalam-dalam, diinjak sedikit saja kendaraan sudah ngacir. Tetapi, tergantung juga dengan jeroan mobilnya,” katanya.

Meski begitu, penggunaan BBM tidak sekadar memilih jenis yang oktannya lebih tinggi dari yang biasa digunakan saja. Tetapi juga menyesuaikan dengan rasio kompresi kendaraannya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X