Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fenomena Oli Mesin Berlumpur pada Mobil Modern

Kompas.com - 22/03/2025, 13:21 WIB
Erwin Setiawan,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

KLATEN, KOMPAS.com - Belakangan ini banyak beredar kasus oli mesin berlumpur di media sosial. Lumpur dapat membuat sistem pelumasan mesin terganggu, hingga menyebabkan kerusakan serius.

Beberapa komponen mesin bisa rusak karena sistem pelumasan tidak optimal, seperti piston, metal duduk, metal jalan, poros engkol dan lainnya.

Maka dari itu, konsumen wajib melakukan perawatan mobil secara teratur guna mencegah oli mesin berlumpur.

Baca juga: Beli Oli Mesin Motor di Bulan Ramadhan, Untungnya Berlipat


Mahfud, pemilik bengkel mobil GK Auto Service Gunung Kidul mengatakan oli berlumpur banyak dijumpai pada mobil modern, khususnya pada mesin yang berbahan aluminium penuh.

“Mobil modern memiliki blok mesin dan head silinder terbuat dari bahan aluminium, sedangkan mobil zaman dulu blok mesin masih berbahan besi, hal ini membuat perbedaan karakter panas,” ucap Mahfud kepada Kompas.com, Jumat (21/3/2025).

Mahfud mengatakan, mesin berbahan aluminium cenderung lebih cepat dalam menghantarkan panas. Sehingga, mesin lebih cepat mencapai suhu kerjanya dan lebih cepat dingin.

Baca juga: Ada Kebocoran Oli Mesin, Mobil Masih Aman Dipakai Perjalanan Jauh?

“Hal itu membuat oli mesin wajib diganti secara berkala, bila sampai telat, oli bisa berlumpur seperti yang banyak dijumpai belakangan ini, penggantian oli sebaiknya dilakukan tiap 5.000 Km atau 3 bulan,” ucap Mahfud.

Hardi Wibowo, pemilik bengkel mobil Aha Motor Yogyakarta mengatakan panas dari pembakaran pada mesin mobil menjadi salah satu kontaminan pelumas.

“Kualitas oli akan menurun seiring dengan tingginya suhu mesin, sementara suhu mesin berkaitan dengan kompresinya, semakin tinggi kompresi suhu akan semakin panas,” ucap Hardi kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Tanda Oli Mesin Mobil Sudah Minta Diganti

Hardi mengatakan, pelumas juga bisa mengalami penguapan ketika mesin panas. Hal itu secara perlahan akan membuat volume oli menyusut.

“Adanya kotoran lain dari gaya gesek dan sisa pembakaran, membuat penyusutan oli tidak hanya berdampak pada volume tapi bisa mengubah viskositas dan konsentrasinya, sehingga lama-lama bisa berlumpur,” ucap Hardi.

Maka dari itu, Hardi menyarankan penggantian oli mesin dilakukan secara berkala dan tepat waktu, sesuai dengan anjuran yang diberikan yakni tiap 5.000 Km atau 3 bulan. Khusus mobil jarang dipakai, maksimal oli diganti tiap 6 bulan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Marselino Singgung “Chemistry” Buruk Timnas Saat Lawan Australia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau