Ini Efek jika Kendaraan Lawas Minum BBM Oktan Tinggi

Kompas.com - 03/09/2020, 12:11 WIB
Seorang petugas sedang mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU  34-16102 di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (10/10/2018). KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHSeorang petugas sedang mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU 34-16102 di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (10/10/2018).
Penulis Ari Purnomo
|

Senada dengan Bambang, Technical Service Division PT Astra Honda Motor ( AHM) Endro Sutarno mengatakan, menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai dengan kompresi bisa membuat performa mesin berkurang.

“Performa mesin akan berkurang, yang jelas bisa menyebabkan emisi tidak sesuai yang diharapkan,” katanya.

Endro juga mengatakan, bahan bakar yang nilai oktan terlalu tinggi justru membuatnya tidak akan terbakar dengan sempurna.

National Technical Leader PT Toyota Astra Motor ( TAM) Nurkholis mengatakan, pabrikan sudah memberikan rekomendasi bahan bakar yang nilai oktannya sesuai.

Baca juga: Saat Bayar Pajak STNK Asli Hilang, Bisa Pakai Foto Copy?

Tujuannya agar pembakaran bensin bisa dikontrol. Indikator pembakaran yang bisa dikontrol adalah saat bahan bakar terbakar habis waktu proses pengapian.

“Kalau tidak terbakar secara sempurna, maka akan ada sisa-sisa partikel yang tidak habis terbakar. Sisa pembakaran itu akan berefek pada emisinya, sensornya tertutup kerak dan lain sebagainya,” katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X