Kabin Mobil Terendam Banjir, Airbag Wajib Diganti?

Kompas.com - 19/08/2020, 12:22 WIB
Sejumlah mobil terendam banjir akibat hujan yang mengguyur di wilayah Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan dalam periode sepekan kedepan, hujan disertai petir terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTOSejumlah mobil terendam banjir akibat hujan yang mengguyur di wilayah Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan dalam periode sepekan kedepan, hujan disertai petir terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Interior mobil yang terendam air kerap menjadi momok yang menakutkan bagi pemilik kendaraan. Apalagi bicara mobil modern dalam konteks yang terendam banjir.

Menurut Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor Didi Ahadi, perbaikan interior pascaterendam air tidak cukup hanya membersihkan, namun wajib mengganti beberapa komponen penting.

“Untuk mobil modern yang sudah menggunakan perangkat elektronik itu lebih riskan, karena hampir semuanya diletakan di sektor kabin. Kalau sudah terendam, maka tidak cukup hanya dibersihkan atau mengeringkan saja, ada beberapa komponen yang wajib diganti,” ujar Didi saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Kelebihan Oli Mesin, Bisa Bikin Perfoma Motor Melempem

Didi menjelaskan salah satunya seperti mobil yang sudah dilengkapi fitur keselamatan airbag dan seat belt pretensioner. Karena mekanisme kerjaan menggunakan elektrik dan sensor, ada kemungkinan saat sudah terendam air laut bisa mengalami gangguan.

Airbag ditanam pada dashboard Sigra.KompasOtomotif-Donny Apriliananda Airbag ditanam pada dashboard Sigra.

Gangguan yang dimaksud ada dua hal. Pertama fungsinya bisa tidak maksimal saat dibutuhkan, atau yang kedua ada kesalahan sistem yang membuat airbag keluar dengan sendirinya.

Baca juga: Mobil Kurang Kedap Suara? Komponen Ini Bisa Jadi Penyebabnya

“Memang krusial, karena semua itu sistem. Airbag dan pretensioner itu juga sangat riskan karena pakai sensor, mungkin saja terganggu akibat terendam, apalagi air laut dengan kandungan garam, ada kemungkinan komponen-komponen rusak. Jadi lebih baik tidak hanya dikeringkan, tapi langsung diganti, karena takutnya bermasalah,” kata Didi.

Lebih lanjut Didi, menjelaskan, untuk sekelas Avanza yang sudah dilengkapi dengan dual airbag biayanya memang tidak murah. Estimasinya untuk pengantian kedua airbag saja sudah mencapai puluhan juta. Belum ditambah dengan kabel dan pengecekan apakah engine control unit atau ECU juga aman dari masalah.

“Satu setengah atau dua tahun lalu pernah ada kasus Avanza yang tabrakan sampai airbag keluar. Itu biaya perbaikannya sekitar Rp 24 jutaan, hanya airbag kiri kanan saja,” tutur Didi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X