Arus Balik Idul Adha, Kendaraan Niaga Diminta Jangan Masuk Tol

Kompas.com - 01/08/2020, 09:42 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi Tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (21/12/2019). PT Jasa Marga Tbk memprediksi selama libur panjang Natal dan Tahun Baru diperkirakan ada 479.049 kendaraan melintas di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah maupun layang, dengan tujuan Bandung 51 persen dan Trans Jawa 49 persen. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/ama. ANTARA FOTO/Fakhri HermansyahSejumlah kendaraan melintasi Tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (21/12/2019). PT Jasa Marga Tbk memprediksi selama libur panjang Natal dan Tahun Baru diperkirakan ada 479.049 kendaraan melintas di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah maupun layang, dengan tujuan Bandung 51 persen dan Trans Jawa 49 persen. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com – Hari raya Idul Adha 1441 H yang jatuh pada akhir pekan, membuat banyak orang memanfaatkannya untuk berlibur atau berkunjung ke rumah keluarga di kampung halaman.

Kondisi ini membuat volume kendaraan di jalan tol meningkat. Bahkan pada Kamis malam (30/7/2020), kemacetan parah sempat terjadi di sepanjang tol Jakarta-Cikampek.

Untuk mengurangi kepadatan di jalan tol, Kementerian Perhubungan mengimbau kendaraan niaga, seperti mobil dengan sumbu roda tiga atau lebih untuk tidak kembali ke Jakarta menggunakan jalan tol.

Baca juga: Tambal Ban Tubeless yang Sempurna, Pakai Model Tip Top

Truk ODOL yang tertangkap kamera di tengah kampanye social distancing dan work from home.Istimewa Truk ODOL yang tertangkap kamera di tengah kampanye social distancing dan work from home.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, memprediksi kemacetan bakal terjadi pada saat arus balik karena ada lonjakan kendaraan pribadi menuju Jakara.

“Karena saat ini berdasarkan laporan yang saya dapatkan, cenderung ada kenaikan volume lalu lintas di jalan tol pada periode libur Idul Adha,” ujar Budi di Jakarta, Sabtu (1/8/2020).

Budi juga mengatakan, dari laporan yang ia terima, kemacetan terjadi lantaran volume kendaraan meningkat di tol arah masuk dan keluar Jakarta.

Baca juga: Harga Beda Tipis, Pilih Suzuki GSX-S150 atau Bandit?

Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Pengalihan tersebut sebagai upaya penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Pengalihan tersebut sebagai upaya penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.

Menurut catatan Jasa Marga sebagai pengelola jalan tol, volume lalu lintas (lalin) pada H-1 Hari Raya Idul Adha 1441 H yang meninggalkan Jakarta ini 56,1 persen dibandingkan dengan lalin normal.

Dengan waktu hari libur yang terbatas, yakni dari Jumat (31/7) sampai Minggu (2/8), diprediksi akan banyak kendaraan yang kembali ke Jakarta pada hari Minggu.

Oleh sebab itu, Budi mengimbau kepada para pemudik untuk mengatur waktu perjalanan agar tidak menumpuk sewaktu kembali ke Jakarta.

Baca juga: Rush Diklaim Banyak Terjual pada Pameran Virtual Toyota

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (paling kanan, baju putih memakai topi) saat meninjau uji coba bersama dengan PT Jasa Marga, Ditjen Hubdat dan Kepolisian di jembatan timbang Weigh-In-Motion (WIM) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 9 pada Minggu (22/9/2019)DOKUMENTASI KEMENHUB Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (paling kanan, baju putih memakai topi) saat meninjau uji coba bersama dengan PT Jasa Marga, Ditjen Hubdat dan Kepolisian di jembatan timbang Weigh-In-Motion (WIM) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 9 pada Minggu (22/9/2019)

"Untuk truk kami mohon untuk sementara menghindari lewat jalan tol, mungkin dapat memilih untuk menggunakan jalan arteri sebagai opsi rute perjalanan,” katanya.

“Dengan demikian mobil barang logistik sumbu 3 ke atas diharapkan menggunakan jalan arteri (non tol) yaitu melalui Jalur Pantura Semarang – Cirebon – Indramayu – Karawang - Bekasi,” ucap Budi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X