Ini Aturan Bawa Penumpang Mobil Pribadi di Kota Bogor

Kompas.com - 03/07/2020, 12:22 WIB
Sejumlah warga dan pengendara motor memadati kawasan Pasar Anyar, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (18/5/2020). Kawasan pasar tradisional tersebut dipadati warga yang ingin berbelanja kebutuhan lebaran meskipun Pemerintah Kota Bogor sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAHSejumlah warga dan pengendara motor memadati kawasan Pasar Anyar, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (18/5/2020). Kawasan pasar tradisional tersebut dipadati warga yang ingin berbelanja kebutuhan lebaran meskipun Pemerintah Kota Bogor sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).
Penulis Ari Purnomo
|

BOGOR, KOMPAS.com - Pra- Adaptasi Kebiasaan Baru ( AKB) yang diterapkan oleh Pemkot Bogor memberikan kelonggaran terkait jumlah penumpang pada kendaraan roda empat.

Selain jumlah penumpang pada angkutan umum yang menjadi 60 persen, pelonggaran juga dilakukan terhadap penumpang pada kendaraan pribadi.

Jika sebelumnya, jumlah penumpang pada kendaraan pribadi dibatasi maksimal 50 persen. Memasuki pra-AKB jumlah penumpang kendaraan pribadi sudah kembali normal yakni bisa diisi penuh sesuai dengan jumlah kursi yang tersedia.

Kepala Dinas Perhubungan ( Dishub) Kota Bogor Eko Prabowo menjelaskan, saat pra-AKB untuk kendaraan pribadi sudah kembali normal.

Baca juga: Boleh Bawa Penumpang, Ojek Online di Bogor Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

“Untuk kendaraan pribadi (jumlah penumpang) sudah kembali normal,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/7/2020).

Pemeriksaan kendaraan di hari pertama pemberlakuan PSBB di Kota Bandung.KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANA Pemeriksaan kendaraan di hari pertama pemberlakuan PSBB di Kota Bandung.

Dengan catatan, Eko menambahkan, penumpang yang ada di dalam mobil pribadi tersebut merupakan satu keluarga atau satu alamat.

Hal ini dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk ( KTP) para penumpang dan juga pengemudi kendaraan tersebut.

“Tetapi kalau tidak satu alamat jumlah penumpang dalam mobil pribadi hanya 50 persen,” katanya.

Selain itu, Eko juga mengatakan, aturan mengenai protokol kesehatan juga menjadi kewajiban bagi setiap warga yang beraktivitas.

Baca juga: Angkutan Umum di Bogor Boleh Bawa Penumpang Lebih Banyak

Termasuk juga para pengendara maupun penumpang kendaraan pribadi. Bagi yang melanggar bukan tidak mungkin akan mendapatkan sanksi sebagaimana yang pernah diterapkan saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB).

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X