Ini Akibat Fatal Bonceng Anak di Jok Depan Motor

Kompas.com - 24/06/2020, 08:12 WIB
Kendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.(ANTARA FOTO/RAHMAD) KOMPAS.com/GilangKendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.(ANTARA FOTO/RAHMAD)

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak orang tua mengaku sayang pada anaknya, tapi secara tidak sadar menempatkan sang buah hati dalam posisi yang berbahaya. Salah satunya, ketika sedang berkendara, banyak yang membonceng anaknya di jok depan motor.

Di Indonesia, motor memang menjadi alat transportasi yang paling banyak digunakan. Sehingga, pemandangan orang yang membonceng anak kecil di jok depan motor sering kali dijumpai.

Baca juga: Ladies, Ini Cara Aman Bonceng Pakai Motor Sport

Berbagai alasan digunakan, mulai dari hanya sekadar pergi ke warung, jalan-jalan keliling komplek, atau tak ada pilihan lain. Padahal, akibat yang ditimbulkan bisa sangat fatal.

Pemudik motor mulai padati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017)Otomania Pemudik motor mulai padati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017)

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, menempatkan anak kecil di jok depan sangat tidak diperbolehkan dan dibenarkan dalam aspek keselamatan, apa pun jenis motor yang digunakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dalam konteks kecelakaan ini, membawa anak kecil dan ditaruh di depan adalah bentuk kelalaian fatal yang tidak dapat ditoleransi baik pada norma safety maupun legal hukum,” ujar Jusri, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Jusri menambahkan, pengendara yang ingin membonceng anak kecil harus ditempatkan di jok belakang. Dengan catatan, kaki sang anak sudah dapat menyentuh pijakan kaki dengan optimal.

Baca juga: Bahaya, Jangan Bonceng Anak Kecil di Jok Depan Motor

“Jika kedua kakinya belum bisa menyentuh pijakan kaki dengan optimal, maka tidak direkomendasikan. Sebab si anak akan rentan keseimbangannya dan hal ini tentu akan berbahaya bagi keselamatan,” kata Jusri.

Akibat fatal yang dihasilkan salah satunya adalah kejadian anak yang terpelanting dari motor. Sebab, anak tersebut tidak sengaja menarik tuas gas ketika diturunkan dari motor yang kondisi mesinnya masih menyala.

Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran.

Kejadian tersebut tentu akan lebih parah jika di depannya terdapat kendaraan lain atau pejalan kaki. Tentunya akan merugikan pihak lain.

Sementara itu, Agus Sani, Head of Safety Riding Wahana, mengatakan, dalam bentuk apapun tidak pernah disarankan membonceng anak di depan, apalagi yang balita.

Bagian depan motor hanya diperuntukkan bagi pengendara, sementara boncengan hanya ada di bagian belakang.

"Membonceng anak di bagian depan memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi lantaran tidak ada pegangan yang proporsional bagi anak. Ketika pengendara melakukan pengereman mendadak, maka kemungkinan anak untuk terpelanting sangat besar. Belum lagi risiko lain seperti terbentur setang atau speedometer yang membuat kepala menjadi terluka," ujar Agus.

Agus menambahkan, berkendara itu melawan angin. Artinya, menaruh anak di depan sama saja menjadikan si anak sebagai tameng pelindung dari angin, binatang, debu dan lainnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.