Ladies, Ini Cara Aman Bonceng Pakai Motor Sport

Kompas.com - 11/06/2020, 19:01 WIB
Tampil seksi di atas sepeda motor sport terbaru, Yamaha R15. Angga Marsanto/Yamaha IndonesiaTampil seksi di atas sepeda motor sport terbaru, Yamaha R15.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak sedikit para wanita yang mengeluh jika dibonceng menggunakan motor sport fairing, seperti Kawasaki Ninja 250, Yamaha R25 atau Honda CBR250 RR.

Posisi jok yang tinggi, menyulitkan penumpang saat ingin naik atau turun dari motor. Tidak hanya itu saja, posisi duduk yang tidak sejajar dengan pengemudi, bisa membuat badan penumpang terasa pegal karena menahan diri agar tidak “merosot” saat berkendara.

Trainer Yamaha Academy On Road dan Off Road, Setyo Sukaryo, mengatakan, motor sport fairing sebetulnya memang diperuntukkan untuk race dan single rider. Oleh sebab itu, posisi boncenger pasti akan kurang nyaman.

Baca juga: Belum Pulih, Industri Otomotif Butuh Rangsangan

Meski demikian, menurut Setyo, ada beberapa hal untuk menyiasati ketika dibonceng oleh motor sport.

“Posisi lutut boncenger sebaiknya mengapit pinggul pengendara depan. Ini berfungsi supaya boncenger tidak mudah merosot ke depan,” kata Setyo kepada Kompas.com, Kamis (11/6/2020).

Saat akan naik ke motor pun juga harus diperhatikan, sebelum naik usahakan bertanya kepada pengemudi sudah siap atau belum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menjajal motor sport Honda.Istimewa Menjajal motor sport Honda.

“Kalau koordinasi antara pengendara dan boncenger kurang baik maka bisa berakibat motor ambruk saat boncenger naik ke motor,” katanya.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan, posisi tangan penumpang juga harus bertumpu pada satu titik saja, cara terbaik yakni melingkari pinggang pengendara namun jangan terlalu keras.

Baca juga: Perpanjang Masa Berlaku SIM Bisa Secara Online, Begini Caranya

“Hal tersebut perlu dilakukan jika secara tiba-tiba pengemudi melakukan rem mendadak dan tentunya membutuhkan keseimbangan dari pembonceng,” katanya saat dihubungi Kompas.com.

Saat melewati tikungan, pastikan posisi pembonceng berlawanan arah dengan arah beloknya motor. Misal, pada saat menikung ke kanan pastikan arah pembonceng condong ke kiri, begitu pun sebaliknya. Hal ini dilakukan agar posisi motor saat menikung berada dalam posisi yang seimbang.

Meski begitu, Jusri menyarankan, saat memutuskan untuk berboncengan, pengemudi sebaiknya memperhatikan semua sisi, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, serta ergonomis si penumpang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.