Bahaya, Jangan Bonceng Anak Kecil di Jok Depan Motor

Kompas.com - 20/04/2020, 14:42 WIB
Kendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik. ANTARA FOTO/RAHMADKendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga saat ini masih banyak orang tua pemilik sepeda motor yang membonceng anaknya di bagian jok depan. Baik menggunakan jok tambahan atau bahkan diletakan di dek pada skutik.

Beragam alasan biasanya menjadi tameng orang tua, mulai dari hanya sekadar mengajak jalan keliling komplek, sampai mudah mengawasi anak. Padahal apa yang dilakukan orang tua sangat fatal dampaknya.

"Dalam bentuk apapun tidak pernah disarankan membonceng anak di depan, apalagi yang balita. Pertama sudha jelas itu menyalahi aturan, lalu yang kedua sangat fatal sekali dampaknya saat terjadi kecelakaan," kata Head of Safety Riding Wahana Agus Sani, kepada Kompas.com, Senin (20/4/2020).

Baca juga: Jurus Sederhana Bikin Maling Malas Mencuri Mobil

Menurut Sani, bagian depan motor hanya diperuntukan bagi pengendara, sementara boncengan hanya ada di bagian belakang.

Antrean kendaraan pada arus balik H+2 Lebaran di Jalur Selatan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). Satlantas Polres Tasikmalaya Kota memberlakukan sistem satu arah untuk kendaraan pemudik dari arah Jawa Tengah menuju Bandung dan Jakarta untuk mengurai kepadatan kendaraan.ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI Antrean kendaraan pada arus balik H+2 Lebaran di Jalur Selatan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). Satlantas Polres Tasikmalaya Kota memberlakukan sistem satu arah untuk kendaraan pemudik dari arah Jawa Tengah menuju Bandung dan Jakarta untuk mengurai kepadatan kendaraan.

 

Membonceng anak di bagian depan memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi lantaran tidak ada pegangan yang proposional bagi anak.

Ketika pengendara melakukan pengeraman mendadak, maka kemungkinan anak untuk terpelanting sangat besar. Belum lagi risiko lain seperti terbentur setang atau speedometer yang membuat kelapa menjadi terluka.

"Logikanya gini, berkendara itu kan melawan angin, artinya menaruk anak di depan sama saja menjadikan si anak sebagai tameng pelindung dari angin, binatang, debu dan lainnya. Apakah itu yang namanya sayang anak," ucap Sani.

"Selain risiko pada anak, pengendara juga akan kesulitan meresepon saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Manuver berkendara juga akan terganggun," kata dia.

Pemudik motor mulai padati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017)Otomania Pemudik motor mulai padati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017)

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, apapu pun jenis transmisi motor yang digunakan, menempatkan anak di jok depan sangat tidak dibenarkan.

Baca juga: Terjadi Lagi di Tol Jagorawi, BMW Ngebut, Hilang Kendali dan Tabrakan

"Dalam konteks kecelakaan, membawa anak kecul di bagian depan adalah bentuk kelalaian fatal yang tidak dapat ditoleransi, baik pada norma safety ataupun legal hukum," ujar Jusri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X