Ekspor Mobil dari Indonesia Pada Mei 2020 Masih Berat

Kompas.com - 22/06/2020, 15:41 WIB
Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESMobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) mencatat realisasi ekspor kendaraan bermotor roda empat nasional mengalami penurunan cukup signifikan pada Mei 2020.

Total pengapalan mobil secara utuh (completely built up/ CBU) di periode tersebut melemah 42,5 persen dari bulan sebelumnya atau dari 11.302 unit menjadi 6.500 unit, dan anjlok 76 persen secara tahunan.

Selama Mei 2019 lalu, ekspor CBU dari Daihatsu, Toyota, Mitsubishi Motors, Suzuki, Honda, Wuling, Hyundai, Hino, dan DFSK mampu mencapai 27.087 unit.

Baca juga: Rapor Penjualan Mobil Murah di Mei 2020 Semakin Terpuruk

Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Adapun untuk ekspor kendaraan terurai (completely knocked down/CKD) juga menurun 65 persen secara tahunan menjadi 20,075 set unit. Tapi dibandingkan dengan April 2020, ada peningkatan sebesar 19,6 persen di mana kontribusi terbesar disumbang oleh Honda (96 persen).

Sedangkan ekspor komponen merosot 25 persen secara bulanan dan 74,6 persen dari tahun ke tahun (year on year/yoy).

Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam menyatakan bahwa perlambatan tersebut sejalan dengan penghentian aktivitas produksi sementara guna menekan penyebaran virus corona alias Covid-19.

"Selain itu, beberapa negara tujuan juga masih banyak yang belum pulih, bahkan masih ada yang lockdown," katanya saat dihubungi.

Baca juga: Ekspor AHM Turun 30 Persen Karena Pandemi

Pabrik perakitan SGMW Motor Indonesia (Wuling Indonesia) di Bekasi, Jawa Barat.Febri Ardani/KompasOtomotif Pabrik perakitan SGMW Motor Indonesia (Wuling Indonesia) di Bekasi, Jawa Barat.

Menurut data Gaikindo, produksi mobil di Mei 2020 melambat 87,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya atau dari 21,434 unit menjadi 2.627 unit.

Sementara secara tahunan, produksi anjlok 97,5 persen atau dari 103.674 unit menjadi 2.627 unit. Tercatat, sedikitnya ada 5 produsen raksasa yang menghentikan aktivitas produksi di periode ini seperti Daihatsu dan Mitsubishi Motors.

Ekspor CBU periode Mei 2020:

Toyota 2.595 unit
Daihatsu 2.469 unit
Mitsubishi Motors 949 unit
Suzuki 468 unit
DFSK 19 unit

Ekspor CKD periode Mei 2020:

Honda 19.344 unit set
Toyota 730 unit set
DFSK 1 unit set



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X