Mitos atau Fakta, Isi Bensin Malam Hari Dapat Takaran Lebih Banyak?

Kompas.com - 22/06/2020, 15:32 WIB
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada anggapan yang mengatakan bahwa pemilik kendaraan bisa mendapatkan bensin lebih banyak dibandingkan saat mengisinya di siang hari.

Bukan tanpa alasan, sebab karaketer bahan bakar memang mudah menguap di siang hari. Terlebih lagi jika bahan bakar tersebut ditempatkan di dalam tangki berbahan logam, efek pemuaiannya pun akan menjadi lebih cepat.

Lantas, benarkah hal tersebut?

Secara prinsip cairan, baik itu air atau bahan bakar, dipengaruhi kondisi lingkungan sekitar.

Baca juga: Smart Key Mobil Tidak Berfungsi, Kenali Penyebab dan Solusinya

Misal, air jika diletakan dalam kulkas akan menjadi dingin dan bisa menjadi beku. Jika dijemur di matahari maka akan menjadi hangat dan jika panas terik juga bisa memuai.

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar terjadi di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau dalam beberapa minggu terakhir ini. Akibatnya antrean kendaraan mengular hampir diseluruh SPBU di Tanjungpinang.KOMPAS.com/HADI MAULANA Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar terjadi di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau dalam beberapa minggu terakhir ini. Akibatnya antrean kendaraan mengular hampir diseluruh SPBU di Tanjungpinang.

Hal ini juga berlaku untuk bahan bakar seperti bensin, jika temperatur di lingkungan sekitar turun, maka temperaturnya juga akan ikut turun dan sebaliknya.

Business Unit Head SPBU Pertamina Cirebon Agung Santoyo, membenarkan hal tersebut.

Baca juga: Awas Rusak, Spion Retractable Jangan Dilipat Manual

“Satu liter bensin waktu suhu dingin dan satu liter bensin waktu panas, jika ditimbang pasti beratnya tidak sama,” ujar Agung saat dihubungi Kompas.com, Senin (22/6/2020)

Agung melanjutkan, sudah pasti akan lebih berat yang suhunya dingin. Akan tetapi, Agung menegaskan, untuk perbedaannya tidak terlalu berpengaruh pada perubahan volume bahan bakar.

Untuk Jakarta, suhu siang hari bisa mencapai 32 derajat celcius, saat malam akan turun menjadi 29 hingga 30 derajat celcius. Perbedaan dua derajat itu tidak berpengaruh signifikan pada perubahan volume bahan bakar.

“Kalau untuk jumlah tidak terlalu signifikan, apalagi di isi ke tangki mobil atau motor. Kecuali mobil truk yang kapasitas tangki pengisian Bahan Bakar Minyak ( BBM) yang mencapai 8.000 liter,” katanya.

Kesimpulannya, mengisi bahan bakar minyak di malam atau siang hari, akan mendapatkan volume yang sama.

Hal yang perlu diperhatikan adalah, jangan mengisi bahan bakar minyak sampai menunggu tangki kendaraan benar-benar kosong.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X