Hadapi Ganjil-Genap, Pembeli Mobil Pertama Banyak Pesan Pelat Ganjil

Kompas.com - 18/06/2020, 07:12 WIB
Ilustrasi tilang pada pelanggar lalu lintas pengguna mobil di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara yang, Selasa (10/9/2019) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIIlustrasi tilang pada pelanggar lalu lintas pengguna mobil di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara yang, Selasa (10/9/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak pemberlakuan kebijakan ganjil-genap di DKI Jakarta, tak sedikit konsumen mobil yang memesan nomor pelat tertentu agar bisa dipakai tanggal ganjil atau genap.

Tenaga penjual Toyota di Jakarta mengatakan, untuk pembeli mobil pertama biasanya akan memesan pelat dengan nomor ganjil. Sebab dalam sebulan lebih banyak tanggal ganjil ketimbang genap.

Baca juga: Kata Pengamat Transportasi Soal Aturan Ganjil Genap Akan Diterapkan Lagi

"Untuk pembeli pertama biasanya pesan yang ganjil karena menurut mereka harinya lebih banyak. Itu pengalaman saya ya," kata sales Toyota tersebut kepada Kompas.com, Rabu (17/6/2020).

Salah satu pengendara menandatangani surat tilang karena kendaraannya terjaring operasi ganjil genap di Traffic Light Tomang Raya, Jakarta Barat, Senin (9/9/2019).Kompas.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR Salah satu pengendara menandatangani surat tilang karena kendaraannya terjaring operasi ganjil genap di Traffic Light Tomang Raya, Jakarta Barat, Senin (9/9/2019).

Wiraniaga cukup senior tersebut mengatakan, jika konsumen tidak meminta nomor ganjil kepada sales saat pembelian maka biasanya saat pelat jadi akan bernomor genap.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Itu 70 persen pelat random (yang tidak minta) jadinya pelat genap. Mungkin karena banyak request ganjil ya, karena kuotanya sudah habis buat yang minta ganjil jadinya waktu keluar genap," katanya.

Baca juga: Dilema Ganjil Genap dan Jawabannya

Sales tersebut mengatakan, untuk memesan pelat ganjil atau genap biasanya ada biaya tambahan. Namun dia menolak menyebutkan angkanya, karena itu urusan diler masing-masing.

12 Kendaraan yang Bebas Melintas Di Area Ganjil GenapKOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo 12 Kendaraan yang Bebas Melintas Di Area Ganjil Genap

"Nah kalau yang konsumen pembeli mobil kedua artinya dia sudah punya mobil pertama. Kalau dia punya ganjil dia pesan yang genap dan sebaliknya, dan memang setelah ada gage ini ada beginian," kata sales.

Ganjil Genap sendiri di Jakarta semenjak muncul Pandemi Covid-19, sampai sekarang masih belum diterapkan lagi. Pemprov DKI Jakarta dan instansi terkait lain masih mengkaji apakah harus diterapkan sekarang ini atau ketika penerapan new normal, kelak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X