Cara Membaca Kode pada Kemasan Oli Mesin Mobil

Kompas.com - 31/05/2020, 11:21 WIB
Dua produk oli yang memiliki kadar kekentalan yang berbeda. Terlihat dari kode SAR yang tertera di kemasan. Kompas.com/Alsadad RudiDua produk oli yang memiliki kadar kekentalan yang berbeda. Terlihat dari kode SAR yang tertera di kemasan.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat membeli oli untuk kendaraan, pasti akan melihat sejumlah kode yang terlihat pada setiap kemasan.

Kode yang terdiri dari huruf dan juga angka tersebut tidak begitu saja dibuat oleh pabrikan tanpa tujuan khusus. Melainkan sebagai informasi bagi pembeli mengenai spesifikasi pelumas tersebut sebelum digunakan untuk kendaraan.

Mengingat, setiap pelumas untuk kendaraan dibuat dengan menyesuaikan karakter dari setiap mesin.

Baca juga: Pilihan Motor Matik Bekas Mulai Rp 4 Jutaan

Berbeda karakter jantung pacu, tentunya jenis pelumas yang digunakan juga tidak sama. Misalkan untuk mesin bensin dan juga diesel maka jenis oli yang dipakai pun berbeda.

Beberapa kode yang terlihat dalam kemasan oli seperti, kode API (American Petroleum Institute) yang menunjukkan tentang kualitas pelumas.

Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGCSHUTTERSTOCK Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC

Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM) Didi Ahadi menjelaskan, kode lain yang terlihat pada kemasan pelumas adalah SAE (Society of Automotive Engineers).

“Kode SAE sebagai informasi yang menunjukkan mengenai tingkat kekentalan oli, biasanya setelah kode ini akan diikuti dengan angka. Makin kecil angkanya maka akan semakin encer,” ujarnya kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Ini Motor Sport Karburator yang Masih Diburu Pembeli

Kemudian, Didi juga mengatakan, untuk huruf W (winter) mempunyai arti tingkat kedinginan. Misalkan pada kemasan oli terlihat kode 5W-30 itu berarti bahwa oli tersebut memiliki tingkat kekentalan 5 pada suhu dingin di musim dingin.

Sedangkan angka 30 menginformasikan bahwa oli mempunyai tingkat kekentalan mencapai 30 pada suhu 100 derajat celcius.

Kode lainnya yang juga terlihat pada jenis oli sesuai dengan tipe mesin yang akan menggunakannya. Seperti diketahui, oli untuk mesin bensin berbeda dengan mobil dengan dapur pacu diesel.

Mengganti oli bisa dilakukan sendiri. tqn Mengganti oli bisa dilakukan sendiri.

Oli yang digunakan untuk mesin bensin biasanya setelah kode API akan ada kode S (service) itu berarti bahwa oli tersebut untuk mesin bensin. Seperti SA, SB, SC,” kata Didi.

Baca juga: Laris Mana, Motor Bebek Bekas Jenis Karburator dan Injeksi?

Selanjutnya, untuk oli yang diperuntukkan mobil berbahan bakar solar biasanya kemasan terdapat kode API C (commercial).

“Tapi ada juga oli yang bisa digunakan untuk kedua jenis mesin atau double grade. Jenis pelumas ini ditandai dengan adanya dua kode pada kemasan seperti kode API SN/CF,” ucapnya.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X