Efisiensi dan Optimalisasi, Renault-Nissan-Mitsubishi Sepakati Strategi Bisnis Baru Aliansi

Kompas.com - 31/05/2020, 08:22 WIB
Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi siap berbagi platforma lebih banyak. autoinfo.co.thAliansi Renault-Nissan-Mitsubishi siap berbagi platforma lebih banyak.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Aliansi otomotif Groupe Renault, Nissan Motor Co., Ltd, dan Mitsubishi Motors Corporation telah menyepakati model bisnis baru untuk meningkatkan daya saing dan keuntungan bersama di tengah kondisi krisis ekonomi.

Ketua Dewan Operasi Aliansi, Jean-Dominique Senard, dalam keterangan resminya menyatakan, pedoman ini berfokus pada penghematan biaya operasional dan efisiensi dengan memanfaatkan posisi serta kekuatan geografis masing-masing perusahaan.

"Ada beberapa bagian (prinsip dan strategi) dengan fokusan efisiensi kemitraan yang strategis, sehingga mampu meningkatkan profitabilitas serta daya saing," kata dia, Kamis (28/5/2020).

Baca juga: Demi Efisiensi, Nissan Tutup Pabrik di Indonesia

Tes perdana All New Nissan Livina di Banda AcehKompas.com/Setyo Adi Tes perdana All New Nissan Livina di Banda Aceh

Pertama, ialah menerapkan skema 'leader-follower' dalam pengembangan dan perakitan kendaraan. Intinya, pada tiap segmen yang ditawarkan, akan ada satu model induk yang jadi acuan untuk kemudian ditelurkan ke model anakannya atau disebut 'follower'.

Contoh aplikasi strategi ini bisa ditemukan pada Mitsubishi Xpander dan Nissan Livina terbaru, yang melakukan sharing platform. Jean menyebut, melalui model tersebut perusahaan mampu mengurangi biaya pengembangan model baru hingga 40 persen.

Kemudian, memastikan bahwa kendaraan 'leader-follower' untuk setiap merek diproduksi menggunakan pengaturan yang paling kompetitif, termasuk pengelompokan produksi jika sesuai.

Ketua Dewan Operasi Aliansi dan Renault, Jean-Dominique Senard.KOMPAS.com/Ruly Ketua Dewan Operasi Aliansi dan Renault, Jean-Dominique Senard.

Pengaturan juga berlaku untuk kendaraan komersial ringan dan setidaknya bertahan hingga lima tahun mendatang atau 2025.

Strategi berikutnya adalah penetapan zonasi berdasarkan fokus wilayah penjualan terkuat tiap anggota aliansi. Langkah ini nantinya juga berpengaruh besar terhadap pengembangan dan produksi mobil baru.

Adapun pembagiannya, Nissan akan menjadi referensi untuk China, Amerika Utara dan Jepang, Renault di Eropa, Rusia, Amerika Selatan dan Afrika Utara, sementara Mitsubishi di ASEAN dan Oceania.

Baca juga: Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Mulai Mengancam

Platforma CMF yang akan digunakan untuk mengembangkan mobil-mobil di bawah aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi.media.blog.alliance-renault-nissan.com Platforma CMF yang akan digunakan untuk mengembangkan mobil-mobil di bawah aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi.

Dengan setiap perusahaan menjadi perusahaan referensi di wilayah masing-masing, peluang untuk berbagi akan meningkat untuk memaksimalkan pembagian biaya tetap, serta meningkatkan aset masing-masing perusahaan.

Fokus riset dan pengembangan (R&D) platform dan teknologi di dalam aliansi juga dibagi-bagi. Pengembangan teknologi mobil otonom dan platform CMF-EV diserahkan kepada Nissan, Renault untuk pembuatan sistem konektivitas antarmobil berbasis Android dan CMF e-Power train.

Sementara Mitsubishi, difokuskan ke pengembangan teknologi Plug-in Hybrid untuk segmen kelas menengah (C dan D).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X