Ketika Marquez Mulai Akui Rins Sebagai Musuh

Kompas.com - 31/05/2020, 10:41 WIB
Alex Rins saat berlaga di seri terakhir MotoGP 2019 di Valencia. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP) PIERRE-PHILIPPE MARCOUAlex Rins saat berlaga di seri terakhir MotoGP 2019 di Valencia. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)
|


JEREZ, KOMPAS.com - Setelah menang di MotoGP Amerika 2019, Alex Rins tidak bisa dilihat sebelah mata. Bahkan Marc Marquez, sang juara bertahan mulai melihatnya sebagai saingan.

Rins mengatakan mulai merasa Marquez melihatnya sebagai kompetitor saat kualifikasi MotoGP Ceko. Saat dia menyalip Marquez di trek basah dan sedikit bersenggolan saat Rins menyusul di ruang sempit.

Rupanya itu merupakan taktik Marquez dengan sedikit membuka celah, sebab setelah kejadian itu Marquez langsung masuk pit.

Baca juga: Seberapa Panas Komponen pada Motor Balap MotoGP Saat Dipakai?

Pebalap Suzuki Alex Rins mengalahkan Marc Marquez di MotoGP Inggris.Crash.net Pebalap Suzuki Alex Rins mengalahkan Marc Marquez di MotoGP Inggris.

"Marc sangat pandai dalam hal-hal mental ini, dia banyak bermain dengan semua pebalap," kata Rins kepada situs resmi MotoGP, Minggu (31/5/2020).

"Misalnya di Brno tahun lalu, saya berada di putaran cepat, dia melihat ke belakang dan sedikit membuka garis, tetapi tidak terlalu banyak. Saya berada di garis kering dan saya menyenggolnya," katanya.

"Saya kehilangan lap saya, tetapi saya terus menekan, lalu di chicane terakhir dia menyusul saya dengan sangat teliti, kami sangat dekat dengan tabrakan, dan kemudian dia pergi ke pit lane," katanya.

"Sejak saat itu, aku berkata pada diriku sendiri, Marc menganggapku sebagai saingan," katanya.

Alex Rins Foto: Twitter Alex Rins Alex Rins

Baca juga: Begini Ribetnya Urusan Logistik MotoGP, Salah Sedikit Bisa Kacau

Setelah kejadian itu Rins sempat mengatakan Marquez tidak menghormati pebalap lain, dan berniat ''membalas dendam'' harus bisa mengalahkan Marquez yang akhirnya terwujud beberapa pekan kemudian.

Dalam bentuk umpan kemenangan sudut terakhir yang mendebarkan pada Marquez beberapa minggu kemudian di Silverstone, Inggris.

"Yang pasti setiap kali dia finis tepat di depanku, aku sedikit marah, aku ingin mengalahkannya. Tapi hal sama juga berlaku untuknya. Aku ingat ketika aku mengalahkannya di Silverstone dia sangat, sangat marah," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X