Harga Produk Otomotif Indonesia Disebut Tak Ramah Konsumen

Kompas.com - 31/05/2020, 09:41 WIB
Ekspor mobil AS naik menembus 2 juta unit dari sebelumnya hanya 1,8 juta unit. CarscoopEkspor mobil AS naik menembus 2 juta unit dari sebelumnya hanya 1,8 juta unit.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat penjualan sektor otomotif baik mobil dan sepeda motor turun drastis. Meski demikian ada anggapan sebetulnya selama ini pasar di Indonesia memang tidak ramah konsumen.

Hosea Sanjaya, Presiden beberapa perusahaan otomotif, seperti PT Geely Mobil Indonesia, PT Chery Mobil Indonesia, PT Mandiri Global Industri, mengisyatkan, hal itu dapat dilihat dari harga jual kendaraan.

Hosea mengatakan, di Indonesia produk yang kurang lebih sama dan sudah dijual selama tahunan dari waktu ke waktu tidak pernah mengalami penurunan harga, sebaliknya justru selalu mengalami kenaikan.

Baca juga: Cara Ampuh Agar Kabin Mobil Cepat Dingin Usai Parkir di Tempat Panas

Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Misalnya, saat diluncurkan dengan harga 100 persen, maka delapan tahun kemudian dengan dasar produk yang sama harganya bisa naik menjadi hampir 200 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bilamana di negara produsen otomotif, hal yang umum terjadi adalah harga 100 persen saat peluncuran dan setelah delapan tahun (jika masih eksis) maka harganya maksimum 70 persen," katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (31/5/2020).

Hosea mengatakan keadaan yang terjadi di Indonesia ini termasuk paling “unik” sebagai hasil dari mekanisme pasar terpimpin.

Baca juga: Ini Motor Sport Karburator yang Masih Diburu Pembeli

Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Selain itu, kata dia, pemain di bidang otomotif seperti diler lebih memilih menjual mobil ataupun motor secara kredit dibandingkan tunai. Sebab di awal kredit dianggap lebih murah padahal di akhir jauh lebih mahal.

"Ini suatu realita, karena semua produk harus terjual, satu?satunya cara adalah dengan program kredit, melalui program kredit pihak diler bisa bekerja sama bagi keuntungan bersama lembaga keuangan dan perusahaan asuransi atas setiap transaksi," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.