Ditlantas Polda Jatim Sita 54 Travel Gelap karena Nekat Bawa Pemudik

Kompas.com - 16/05/2020, 12:01 WIB
Polisi mengamankan kendaraan travel gelap yang mengangkut pemudik selama 18 hari Operasi Ketupat 2020. Dokumentasi Polda Metro Jaya (Istimewa)Polisi mengamankan kendaraan travel gelap yang mengangkut pemudik selama 18 hari Operasi Ketupat 2020.
Penulis Ari Purnomo
|

SURABAYA, KOMPAS.com - Menggunakan travel gelap masih menjadi modus yang banyak dipilih oleh para pemudik agar bisa pulang ke kampung halamannya.

Akan tetapi, cara ini sudah bisa tercium petugas jaga yang mengawasi pergerakan kendaraan pribadi di lintas wilayah seperti di Jawa Timur.

Sedikitnya 54 travel gelap hingga bus yang diduga melakukan penyelundupan pemudik yang masuk ke wilayah Jatim disita Jajaran Ditlantas Polda Jawa Timur (Jatim).

Tak hanya menyita armada yang digunakan, sopir travel gelap tersebut juga diganjar sanksi sesuai dengan pasal 308 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Baca juga: Cegah Pemudik Nekat, Polisi Perketat Pengecekan Kendaraan Komersial

Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Budi Indra Dermawan mengatakan, untuk pengamanan kendaraan yang masuk ke wilayah Jatim sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan yakni melarang adanya perjalanan mudik.

Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur saat menjaring oknum travel gelap yang mengangkut penumpang di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2020).Dokumentasi Sudinhub Jakarta Timur Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur saat menjaring oknum travel gelap yang mengangkut penumpang di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2020).

“Yang sudah berhasil kami amankan ada 54 travel yang tidak mengantongi izin trayek,” katanya kepada Kompas.com, Jumat (15/5/2020).

Puluhan travel dengan modus kendaraan pribadi tersebut diamankan di berbagai wilayah di Jatim. Budi mengatakan, penyelundupan pemudik tersebut mempunyai berbagai tujuan yang berbeda.

Contoh kasus, ada yang masuk ke wilayah Jatim, tetapi ada pula yang hendak melakukan perjalanan keluar Jatim.

Tetapi, sebelum berhasil mengelabui petugas jaga di pos-pos penyekatan upaya para pemudik tersebut berhasil digagalkan petugas.

Baca juga: Pengguna Kendaraan di Jawa Timur Dilarang Melakukan Mudik Lokal

“Ada yang antar kabupaten, ada yang dari Jember hendak ke Madura, atau dari Jatim ingin melakukan perjalanan ke Jateng. Jadi mereka menggunakan kendaraan yang tidak ada izin trayeknya,” ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X