Industri Sepeda Motor Berharap PKB Tidak Naik di Tengah Pandemi

Kompas.com - 16/05/2020, 09:22 WIB
(Ilustrasi) Salah satu diler sepeda motor Honda di Jakarta. KompasOtomotif-donny apriliananda(Ilustrasi) Salah satu diler sepeda motor Honda di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia ( AISI) butuh peran serta pemerintah untuk menjaga industri roda dua tetap menggeliat di tengah hantaman pandemi Covid-19 atau virus corona.

"Harapan kita pemerintah memperhatikan industri otomotif khususnya roda dua, jangan diberikan beban, dibantu supaya bisa berjalan," kata Ketua Umum AISI Johannes Loman, di sesi tanya jawab seminar daring, Jumat (15/5/2020).

Loman mengatakan, salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan cara meninjau banyak sektor yang berkaitan dengan industri roda dua, termasuk soal Pajak Kendaraan Bermotor ( PKB).

Baca juga: AISI: Penjualan Sepeda Motor Anjlok 30 Persen Tahun Ini

"Seperti yang dalam hal ini misalnya STNK, apakah perlu untuk ditahan dulu agar tidak naik, karena biasanya naik setiap tahun, dengan kondisi sulit ini perlu juga jadi perhatian," katanya.

Suzuki bawa motor sport 250 cc ke Tokyo Motor Show (TMS) 2019Istimewa Suzuki bawa motor sport 250 cc ke Tokyo Motor Show (TMS) 2019

Di sisi lain, Loman mengatakan AISI terus berkomunikasi dengan Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus memperhatikan kondisi lembaga pembiayaan.

Sebab kata Loman, lembaga pembiayaan sangat penting dalam industri otomotif khususnya sepeda motor. Sebab saat ini 70 persen konsumen di Indonesia membeli motor lewat skema kredit.

Baca juga: Penjualan Sepeda Motor Mulai Melambat, AISI Waspada

"Seperti kita ketahui bahwa finance company saat ini mengalami masalah juga dalam hal collection dan juga pendanaan. Jadi relatif mereka sangat selektif, sehingga jumlahnya juga menurun drastis," katanya.

Loman mengatakan pandemi membuat syok industri motor nasional. Proyeksi penjualan motor nasional sebesar 6,4 juta unit tidak bakal tercapai tahun ini. Sebaliknya kemungkinan bisa turun sampai 50 persen.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X