Penjualan Mobil Masih Tercatat Ada Selama Pandemi Virus Corona

Kompas.com - 14/05/2020, 14:01 WIB
Penjualan mobil yang dilakukan di salah satu pusat perbelanjaan di Manila, Filipina. NikkeiPenjualan mobil yang dilakukan di salah satu pusat perbelanjaan di Manila, Filipina.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi virus corona menciptakan efek berantai bagi industri dan bisnis dalam negeri, tak terkecuali sektor otomotif.

Tidak hanya berhentinya produksi kendaraan bermotor, wabah yang berlangsung sejak awal tahun ini mengakibatkan penurunan penjualan mobil. Perusahaan pembiayaan juga harus melakukan penyesuaian guna menjaga stabilitas perseroan.

Meski demikian, konsumsi atau pengeluaran biaya untuk mobil tidak sama sekali hilang. Hal ini, sebagaimana dikatakan Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy, dikarenakan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia masih cukup tinggi.

Baca juga: Toyota Sebut Penjualan Mobil di April 2020 Turun Drastis

Pada tahun pertamanya, Toyota Avanza berhasil terjual 43 ribu unit.TAM Pada tahun pertamanya, Toyota Avanza berhasil terjual 43 ribu unit.

"Pandemi ini memang baru satu bulanan ya (terasa dampaknya), jadi saya rasa masih terlalu dini untuk diambil kesimpulan. Tapi nampaknya pembelian mobil pertama dan replacement tetap ada untuk memenuhi mobilitas," katanya dalam diskusi virtual, belum lama ini.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil survei TAM ada tiga kateori pembeli mobil di Indonesia, yaitu pembeli mobil pertama, pembeli mobil tambahan atau additional, serta pembeli pengganti atau replacement.

Pada keadaan normal, biasanya pembeli mobil tambahan dan pengganti sangat tinggi, khususnya saat menjelang lebaran. Namun di pandemi ini, kategori kedua mengalami penurunan drastis karena adanya pergeseran kebutuhan dan hal-hal lainnya.

Baca juga: Catat Denda dan Sanksi Pengendara yang Langgar PSBB Bodebek

Launching Toyota Agya Facelift lewat live streaming Youtube Toyota IndonesiaIstimewa Launching Toyota Agya Facelift lewat live streaming Youtube Toyota Indonesia

"Rasanya kita masih melihat kebutuhan di mobil pertama dan kebutuhan mobil di pembeli replacement masih ada untuk mobilitas mereka. Sementara untuk pergeseran segmen, kita belum ada datanya. Mungkin saja ada, sebagaimana terjadi pada krisis 2008/2009 lalu," ucap Anton.

Adapun pembelian mobil secara tunai, kini tengah mengalami kenaikan. "Ini karena ada pembatasan di leasing, banyak dari mereka yang mulai menaikkan down payment (DP) atau memperketat seleksi," ujarnya.

"Karena kita tahu, saat ini kondisi ekonominya sedang tidak stabil jadi teman-teman di leasing harus berhati-hati. Bahkan banyak juga konsumen yang meminta untuk menunda pembayaran atau keringanan," lanjut Anton.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X