Begini Kebiasaan Buruk Pengguna Mobil Diesel Manual

Kompas.com - 14/05/2020, 09:42 WIB
Ilustrasi Isuzu Panther Isuzu AstraIlustrasi Isuzu Panther

JAKARTA, KOMPAS.com – Bagi sebagian orang, menggunakan mobil dengan mesin diesel adalah pilihan. Memiliki tenaga yang besar dan konsumsi bahan bakar yang irit, biasa menjadi alasan orang memilih mesin pengonsumsi solar ini.

Namun, ada kebiasaan buruk yang biasa dilakukan oleh pemilik mobil dengan mesin diesel dan kadang disepelekan, terutama yang menggunakan transmisi manual.

Karakter mesin diesel yaitu torsi yang kuat pada putaran mesin yang rendah. Berbicara tentang torsi yang besar, banyak pengguna mobil diesel manual, ketika ingin mulai jalan dari posisi diam, bisa langsung menggunakan gigi kedua, berbeda dengan mesin bensin.

Baca juga: 3 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengendara Motor Kopling

TIga mobil diesel yang dipersiapkan DSS Motorsport untuk mengikuti Diesel Race di Kejuaraan Nasional ?PERTAMINA Indonesia eXtreme Offroad Racing 2015.Sarana Media Nusantara (SMN) TIga mobil diesel yang dipersiapkan DSS Motorsport untuk mengikuti Diesel Race di Kejuaraan Nasional ?PERTAMINA Indonesia eXtreme Offroad Racing 2015.

Jadi analogi yang beredar, karena memiliki torsi yang besar, cukup gunakan gigi kedua ketika mau berjalan, tidak perlu dari gigi pertama.

Theodorus Surya Jaya atau biasa dipanggil Teddy, pemilik bengkel Rev Engineering di Jakarta Barat, membenarkan kalau mobil diesel bisa menggunakan gigi dua ketika ingin bergerak dari posisi berhenti, namun harus pastikan mobilnya kuat.

“Kalau memang torsinya cukup pakai gigi dua, ya tidak apa-apa. Tapi tidak semua mobil diesel bisa seperti itu, selama tenaganya ngangkat, enggak apa-apa,” ucap Teddy saat dihubingi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pilihan Mobil Bekas CVT Rp 110 Jutaan, Ada Jazz sampai Grand Livina

Hal yang serupa disampaikan oleh Didi Ahadi, Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM). Torsi mesin diesel yang besar, membuat kendaraan bisa mulai jalan menggunakan gigi dua dikarenakan gigi satunya yang punya napas pendek.

“Karena torsinya yang besar, perbandingan giginya juga sudah disesuaikan. Memang gigi satu itu lebih pendek, sudah didesain untuk start awal,” kata Didi kepada Kompas.com.

Ilustrasi Toyota Fortuner Diesel 2009OLX Ilustrasi Toyota Fortuner Diesel 2009

Namun Didi menyarankan agar tidak terlalu sering menggunakan gigi dua untuk mulai jalan. Hal tersebut bisa berdampak pada plat kopling yang lebih cepat aus.

“Start dengan gigi dua akan lebih berat dibanding menggunakan gigi satu. Karena terlalu berat, bisa menyebabkan plat kopling terkikis oleh flywheel,” ujar Didi.

Didi menyarankan, ketika mengemudi mobil diesel manual, lebih baik menggunakan gigi dari awal, tidak melewati gigi pertama. Hal tersebut dilakukan agar plat kopling bisa lebih awet.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X