Mobil Murah Tidak Disarankan Minum Premium dan Pertalite

Kompas.com - 13/05/2020, 18:42 WIB
Mobil sedang mengisi bensin subsidi. Tribunnews/ NurudinMobil sedang mengisi bensin subsidi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Premium 88, Solar, Dextalite, dan Pertalite 90, merupakan bahan bakar dengan angka konsumsi yang terbilang cukup banyak dimanfaatkan masyarakat.

Termasuk untuk mobil murah atau low cos green car (LCGC) yang banyak menggunakan BBM tersebut. Padahal secara aturan seharusnya menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan oktan 92.

Baca juga: Di rumah Aja, Sambil Bersihkan Ruang Mesin Mobil

Harga LCGCStanly/Otomania Harga LCGC

Dealer Technical Support Dept. Head PT.TAM, Didi Ahadi, mengatakan seharusnya menggunakan bahan bakar beroktan 92, bukan di bawahnya seperti Premium atau Pertalite.

Baca juga: Jangan Sepelekan Kotoran Burung pada Bodi Mobil

“LCGC disarankan menggunakan RON 92 (Pertamax dan sekelasnya). Namun, memang banyak yang menggunakan bensin di bawah yang distandarkan pabrikan,” kata Didi.

Didi melanjutkan, perfoma mobil akan menjadi tidak maksimal dan tidak responsif. Mobil juga jadi ngelitik atau istilahnya mengalami knocking, yang biaya perawatannya akan semakin mahal.

“Akan ada penumpukan kerak karbon pada ruang bakar dengan waktu yang relatif tidak lama (ketika menggunakan bahan bakar kualitas rendah tersebut). Hal ini akan mengakibatkan gejala knocking, karena pembakaran tidak sempurna, partikel-partikel gas buang juga menjadi di luar standar (lebih buruk),” kata Didi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X