Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Larangan Mudik, Tol Tetap Dibuka untuk Kepentingan Khusus dan Logistik

Kompas.com - 08/05/2020, 03:42 WIB
Ruly Kurniawan,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan sarana infrastruktur berupa jalan dan jembatan tetap disiapkan selama aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik Lebaran 2020.

Hal tersebut dilakukan guna mendukung jalur logistik dan masyarakat yang melakukan perjalanan karena kepentingan khusus atau mendesak. Kendaraan pribadi diimbau untuk tidak mengaksesnya.

"Misalnya, kami fungsikan semua jalan tol di Trans Sumatera walaupun dari Kayu Agung ke Palembang masih tanpa tarif, namun sudah bisa operasional," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI.

Baca juga: Catat, Begini Teknis dan Kriteria Izin Berpergian Saat Larangan Mudik

"Masyarakat dengan kepentingan khusus juga masih bisa melintas di jalan tol dan non-tol," lanjutnya.

Adapun rincian kendaraan yang dimaksud ialah pengangkut kebutuhan logistik atau barang kebutuhan pokok, obat-obatan, dan alat kesehatan.

Kemudian, kendaraan pengangkut petugas operasional Pemerintahan dan petugas penanganan pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19), serta kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah.

Pernyataan tersebut sekaligus sedikit memperjelas maksud dari turunan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020 yang menyebut bahwa semua layanan moda transportasi kembali beroperasi mulai Kamis (7/5/2020).

Baca juga: Catat, Ini Kendaraan yang Boleh Beroperasi Selama PSBB Jabar

"Rencana mulai besok, intinya dimungkinkan semua angkutan udara, kereta api, laut, bus untuk kembali beroperasi dengan catatan satu, harus menaati protokol kesehatan," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Kendati demikian, lanjutnya, kegiatan mudik tetap dilarang. Kriteria khusus terkait penumpang atau siapa yang diperbolehkan menggunakan sarana transportasi tersebut bakal ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan kementerian terkait.

"Jadi ini tetap dilarang mudik ya. Tidak ada perubahan atas aturan tersebut (termasuk PSBB). Yang diatur itu pengecualian untuk kepentingan khusus," ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
sma juga bohong, virus bisa menular melalui,barang ataupun, benda yg dpat di sentuh. misal kata kndaraan yg di pkai, bkas di pegang,atau pkerja yg kena virus. sedangkan smua msyrakt,pmrintah pun tau pnybran covid 19,tidk melalui udara saja.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Cerita Ija Lima Tahun Tak Pulang Kampung, Ingin Beri Kejutan Ibu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau