Bus AKAP di Ambang Kehancuran, Efeknya dari Agen Tiket sampai Restoran

Kompas.com - 26/04/2020, 16:21 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian transportasi selama mudik 2020, telah melakukan pelarangan operasional kepada sejumlah transportasi.

Salah satunya yang terkena imbasnya adalah perisahaan po bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Koordinator Lapangan PO Bus Pahala Kencana, Wahyudi mengatakan, kondisi dari PO bus sendiri sudah berantakan bahkan di ambang kehancuran, terlebih dengan adanya pelarangan operasional selama masa mudik.

Baca juga: Dilarang Mudik, Viral Foto Bus AKAP Bawa Penumpang di Dalam Bagasi

"Kondisi PO hampir semua sama saya kira, menghadapi situasi yang cukup berat. Sebelum merebaknya viruspun kita sudah harus bersaing harga dengan moda transportasi udara. Dengan adanya pelarangan seluruh operasional bus AKAP dan pariwisata jelas menambah berat beban kerugian yang ditanggung perusahaan, kami di ambang kehancuran," kata Yudi saat dihubungi Kompas.com, Minggu (26/4/2020).

agen bus akapPO putera mulya agen bus akap

Imbas daripada larangan operasional tersebut, kata Yudi, kini perusahaan telah merumahkan sebagian karyawan dan seluruh kru bus.

Baca juga: Penumpang Ngumpet di Bagasi, Bagaimana Karoseri Merancang Bagasi Bus?

Ia juga mengatakan semenjak merebaknya virus, telah terjadi penurunan jumlah penumpang hampir 50 persen.

"Bahkan ada beberapa jurusan yang terpaksa kita stop operasi karena okupansi penumpangnya tidak memungkinkan," ujarnya.

Guna membantu pekerjanya, saat ini PO Bus Pahala Kencana berinisiatif sendiri dengan cara memberikan sumbangan sembako.

"Perusahaan saat ini membantu pekerja hanya sebatas bisa memberi sembako, mengingat mereka juga mengalami situasi yang berat, selebihnya kita hanya bisa pasrah karena memang sumber pendapatan perusahaan hanya dari beroperasinya armada," tambahnya.

bus akapKompas.com/Fathan Radityasani bus akap

Terkait jumlah para pekerja dari PO Bus Pahal Kencana sendiri, Yudi tidak dapat menghitung berapa banyak mereka yang terdampak.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.