Ingat Lagi Bahaya Bonceng Anak di Jok Depan Motor

Kompas.com - 07/04/2020, 10:42 WIB
Kendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.(ANTARA FOTO/RAHMAD) KOMPAS.com/GilangKendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.(ANTARA FOTO/RAHMAD)

JAKARTA, KOMPAS.com - Bukan pemandangan yang langka ketika sedang di jalan melihat orang tua yang membonceng anak kecil di bagian jok depan sepeda motor. Kebiasaan ini harus di hindari, karena sangat berbahaya bagi diri sendiri juga pengguna jalan lain.

Polisi dan pakar keselamatan pun kerap mengimbau agar pengendara motor tidak membonceng anak di jok depan.

Seperti yang dijelaskan oleh Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menempatkan anak kecil di jok depan sangat tidak diperbolehkan dan dibenarkan dalam aspek keselamatan, apa pun jenis motor yang digunakan.

Baca juga: Pertama Belajar Mobil, Haruskah Pakai Transmisi Manual?

Ilustrasi: Bonceng duduk ngangkang di 
sepeda motor.KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN Ilustrasi: Bonceng duduk ngangkang di sepeda motor.

“Jangan melihat penyebab langsungnya. Dalam konteks kecelakaan ini, membawa anak kecil dan ditaruh di depan adalah bentuk kelalaian fatal yang tidak dapat ditoleransi baik pada norma safety maupun legal hukum,” ujarnya Jusri kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Jangan Samakan Nyetir Mobil Sport dengan Mobil Biasa

Jusri melanjutkan, pengendara yang ingin membonceng anak kecil harus ditempatkan di jok belakang, dengan catatan kaki sang anak sudah dapat menyentuh pijakan kaki dengan optimal.

“Jika kedua kakinya belum bisa menyentuh pijakan kaki dengan optimal, maka tidak direkomendasikan. Sebab si anak akan rentan keseimbangannya dan hal ini tentu akan berbahaya bagi keselamatan,” kata Jusri.

Salah satu dampak fatal yang dapat terjadi yaitu, tidak sedikit kejadian anak yang terpelanting dari motor karena ketika diturunkan tidak sengaja memegang gas, karena kondisi mesin masih dalam keadaan menyala, alhasil jatuh bersama motor.

Belum lagi jika didepannya terdapat kendaraan lain, atau pejalan kaki, maka bisa menyebabkan berakibat multi kecelakaan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X