Ventilator untuk Pasien Corona, Daihatsu Tunggu Cetak Biru Pemerintah

Kompas.com - 06/04/2020, 16:30 WIB
Peluncuran Daihatsu Ayla dan Sirion terbaru, Kamis (19/3/2020) dilakukan melalui live streaming akibat penyebaran virus Corona. Pembaruan di kedua model terbilang minim namun diharapkan dapat memacu pasar LCGC dan Hatchback yang melambat akibat kondisi ekonomi dan global. Foto : ADM ADMPeluncuran Daihatsu Ayla dan Sirion terbaru, Kamis (19/3/2020) dilakukan melalui live streaming akibat penyebaran virus Corona. Pembaruan di kedua model terbilang minim namun diharapkan dapat memacu pasar LCGC dan Hatchback yang melambat akibat kondisi ekonomi dan global. Foto : ADM
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian ( Kemenperin), meminta industri otomotif untuk memproduksi ventilator atau alat bantu pernapasan.

Hal ini dilakukan untuk membantu penanggulangan wabah virus corona ( Covid-19) di Indonesia yang sebaranya makin meluas sejak bulan lalu.

Instruksi Kemenperin pun langsung ditanggapi beberapa agen pemegang merek melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo). Salah satu yang tertarik adalah PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Baca juga: Kenapa Lampu Kabin Mobil Harus Mati saat Berkendara Malam Hari?

Namun demikian, Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT ADM, menyatakan sampai saat ini Gaikindo dan APM lain masih menunggu cetak biru mengenai bagan rancang bangun dari ventilator tersebut.

ilustrasi ventilatorshutterstock ilustrasi ventilator

"Pada intinya saat ini kami masih mempelajari dan menunggu blue print atau gambarnya seperti yang dikatakan Gaikindo, standardnya Indonesia itu seperti apa," kata Amel dalam konferensi pers melalui video dengan wartawan, Sanin (6/4/2020).

Pada dasarnya, Amel mengatakan Daihatsu bisa saja membuat ventilator dengan menggunakan pemasok yang sebelumnya memproduksi part untuk mobil.

Namun dalam prosesnya, tetap membutuhkan gambaran sebagi panduan yang diberikan oleh pemerintah.

Baca juga: Daihatsu Taft Reborn Jadi Lebih Mungil, Siap Dijual Juni 2020

Menurut Amel, dari informasi yang beredar saat ini sudah ada salah satu anak bangsa yang mulai merancang ventilator tersebut.

Kemungkinan besar bila produknya disetujui pemerintah, maka blue print-nya akan diserahkan ke APM.

Ilustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu.KOMPAS.com / FEBRI ARDANI Ilustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu.

"Supplier bisa kita alihkan untuk membuat, tapi tetap kami menunggu blue print dari pemerintah, hal ini juga sudah direspon oleh Gaikindo," ucap Amel.

Saat ditanya berapa lama Daihatsu bisa memproduksi ventilator tersebut. Amel memaparkan bila untuk perakitan di pabrik tidak akan memakan waktu lama, namun balik lagi tergantung dari kesiapan pemasoknya.

"Pabrik tidak sulit, yang sulit itu mungkin membuat part-nya, kita harus tanya supplier dulu, perlu tooling dan lain-lain. Bila mereka siap kami dari APM bisa assembling, dan untuk assembling ngga butuh waktu terlalu lama," ujar Amel.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X