Pemerintah Mulai Atur Konversi Kendaraan Tua Jadi Bertenaga Listrik

Kompas.com - 17/03/2020, 16:41 WIB
Motor listrik custom flat track futuristis karya Universitas Budi Luhur dan Katros Garage. Katros GarageMotor listrik custom flat track futuristis karya Universitas Budi Luhur dan Katros Garage.
|

PEKANBARU, KOMPAS.com - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memulai pilot project untuk konversi kendaraan bermotor bermesin pembakaran dalam (internal combustion engine/ICE) menjadi listrik murni (battery electric vehicle/BEV).

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika menyebut, hal itu dilaksanakan guna mendorong percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai di Tanah Air.

Baca juga: Yamaha Sebut Konversi Motor Jadul ke Listrik Mustahil

Daihatsu Advance Tech, termasuk hybrid dan listrik Daihatsu di GIIAS 2018.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Daihatsu Advance Tech, termasuk hybrid dan listrik Daihatsu di GIIAS 2018.

"Ini untuk kendaraan yang sudah tidak diproduksi lagi. Kita akan buat pilot project dahulu bersama kementerian dan pihak terkait baiknya seperti apa. Diharapkan bisa selesai dalam waktu dekat," kata Putu kepada Kompas.com di Pekanbaru, Sumatera Timur, belum lama ini.

Adapun teknisnya, Putu belum ingin mengatakan lebih jauh. Pun dengan kritik agen pemegang merek yang menjelaskan bahwa konversi untuk kendaraan bermotor jadi berbasis listrik murni tidak efektif dan efisien.

"Kita jalankan dahulu, lihat bagaimana (kekurangan dan kelebihannya). Saat ini sedang dikembangkan," ucap Putu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Produksi Baterai Kendaraan Listrik Masih Tersendat AMDAL

Mobil Listrik Mitsubishi di Uji di SumbaKOMPAS.com / Azwar Ferdian Mobil Listrik Mitsubishi di Uji di Sumba

Menurut Putu, kendaraan tua yang sudah tidak diproduksi lagi masih banyak beroperasikan di jalan raya. Padahal, keamanan dan tingkat keluaran emisi motor maupun mobil tersebut sudah tak relevan lagi.

"Jika sudah tidak diproduksi lagi, komponen dan part-nya itu kan banyak yang sudah tak ada. Kendaraan juga sudah tidak aman, pembakarannya tidak bagus lagi, dan sebagainya," ujar dia.

"Melalui modifikasi jadi kendaraan listrik, mobil atau motor terkait bisa jadi aman lagi, safety-nya lebih terjaga. Ini juga memudahkan pemilik untuk mendapatkan layanan aftersales," tambah Putu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X